RADARSOLO.COM–Lomba lari Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang digelar di kawasan Tawangmangu, Karanganyar dengan rute ekstrem berujung duka, Minggu (7/12/2025).
Sigit Joko Poernomo dan Pujo Buntoro meninggal dunia saat berupaya menaklukkan rute ekstrem di lomba lari kategori 15 kilometer.
Informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, Sigit Joko Poernomo dan Pujo Buntoro merupakan orang penting di pemerintahan.
Sigit Joko Poernomo merupakan Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata RI.
Lewat akun resmi @Kemenpariwisata, keluarga besar Kementerian Pariwisata menyampaikan duka cita mendalam.
“Keluarga Besar Kementerian Pariwisata menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Sigit Joko Poernomo, Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata RI.
Kementerian Pariwisata menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, serta loyalitas yang telah almarhum berikan kepada bangsa dan negara.
Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan beristirahat dalam kedamaian, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amin ya Rabbalalamin”.
Sedangkan Pujo Buntoro merupakan PNS di Kemenag Solo.
Pujo juga merupakan suami Kabag Perekonomian Setda Karanganyar Sri Asih Handayani.
Diberitakan sebelumnya, Humas Polres Karanganyar Iptu Mulyadi menjelaskan, Sigit Joko Poernomo meninggal dunia akibat serangan jantung saat berada di Bukit Mitis Km 12 rute lomba.
“Korban mendadak pingsan saat lomba berlangsung. Berdasarkan informasi awal, korban mengalami serangan jantung dan tidak tertolong meski sudah diberikan pertolongan pertama oleh petugas medis,” jelas Iptu Mulyadi.
Sedangkan Pujo Buntoro meninggal dunia dengan dugaan gangguan pernapasan akut.
Pujo Buntoro diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru dan mengalami sesak napas sebelum akhirnya pingsan di Bukit Cemoro Wayang Km 8.
“Kondisi korban kedua diperberat riwayat penyakit paru-paru. Dugaan sementara korban mengalami gagal napas di tengah lintasan,” ujar Mulyadi.
Peristiwa tersebut terjadi saat cuaca ekstrem yang diduga memperberat kondisi fisik korban. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono