RADARSOLO.COM – Panitia event lari Siksorogo Lawu Ultra 2026 di Gunung Lawu Karanganyar akhirnya buka suara terkait insiden dua pelari yang meninggal dunia.
Pembina Sikso Rogo Lawu Ultra Tony Hatmoko menjelaskan, event tersebut memiliki beberapa kategori.
Fun run terdiri dari jarak 7 km, 15 km, dan 30 km. Sementara kategori ultra mencakup 50 km, 80 km hingga 120 km.
”Perlu ditegaskan, kedua almarhum mengikuti fun run 15 km, bukan peserta ultra,” katanya saat jumpa pers, Senin (8/12/2025) sore.
Dia menegaskan dua peserta yang meninggal saat kegiatan bukanlah pelari kategori ultra, melainkan peserta fun run yang menempuh jarak 15 kilometer.
Dia juga memaparkan kronologi kejadian. Peserta atas nama Pujo Kuntoro dilaporkan pingsan di km 8, tepatnya di tanjakan Bukit Mitis.
Sementara Sigit Joko Purnomo sempat mengalami kram kaki di km 9–10 dan langsung mendapatkan penanganan medis di lintasan.
”Setelah mendapatkan perawatan, kram sudah tidak dirasakan lagi dan almarhum melanjutkan jalan. Namun di km 12, yang bersangkutan mengalami serangan jantung,” jelasnya.
Tony menambahkan, panitia telah berkunjung ke rumah duka dan menyampaikan langsung kepada keluarga bahwa pertolongan telah dilakukan secara maksimal.
”Kami sudah berusaha seoptimal mungkin, tetapi Tuhan berkehendak lain. Ini duka mendalam bagi keluarga besar Siksorogo,” ujarnya.
Terkait prosedur, panitia menyebut telah menjalankan kelengkapan sesuai SOP. Koordinasi juga dilakukan dengan kepolisian serta pihak asuransi.
Namun, pria yang juga anggota DPRD Karanganyar ini menjelaskan, asuransi hanya menanggung kecelakaan seperti jatuh, tersandung, atau terperosok ke jurang.
”Untuk kejadian serangan jantung tidak masuk dalam cakupan asuransi. Meski demikian, kami sudah memberikan santunan kepada kedua keluarga sebagai bentuk tali asih,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Fajar Brilianto menambahkan, peserta merupakan kategori fun run yang bersifat wisata dan tidak mengejar prestasi.
”Kedua almarhun bukan pelari ultra 50, 80, atau 120 km. Semua peserta fun run sudah melengkapi SOP, termasuk surat sehat, surat pelepasan tanggung jawab, serta formulir pernyataan risiko,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Direktur Acara Sikskrogo Lawu Ultra Rahmat Septiyanto. Dia menyebut rute telah disosialisasikan kepada peserta sejak technical meeting sehari sebelum lomba dan kembali dijelaskan menjelang start.
”Soal rute dan tingkat kesulitan sudah kami sampaikan,” katanya.
Tony menambahkan, kedua almarhum tergolong pelari berpengalaman.
”Sebelumnya mereka sudah beberapa kali ikut event seperti Ring of Lawu dan Sundokoro. Kami juga sering bertemu saat naik gunung,” tuturnya.
Panitia memastikan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Pariwisata, termasuk kepada Sekretaris Jenderal Pariwisata dan Wakil Menteri Pariwisata.
”Nilai santunan tali asih tidak perlu kami sebutkan. Yang jelas, komunitas memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada keluarga kedua almarhum,” pungkas Tony. (rud/adi)
Editor : Adi Pras