Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dua Kecamatan di Karanganyar Digelontor Subsidi Pangan, Harga Bahan Pokok Jadi Murah

Rudi Hartono RS • Kamis, 11 Desember 2025 | 01:22 WIB
Warga menyerbu pasar murah di Kecamatan Jumapolo, Rabu (10/12/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Warga menyerbu pasar murah di Kecamatan Jumapolo, Rabu (10/12/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab Karanganyar terus mengintensifkan langkah pengendalian harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Setelah menyalurkan subsidi pangan di Kecamatan Karanganyar dan Jaten, disusul Kecamatan Ngargoyoso dan Jumapolo, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan tersebut diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Karanganyar.

Melalui program itu, berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual kepada masyarakat dengan harga di bawah pasaran.

Masing-masing lokasi disalurkan beras sebanyak 5.000 kilogram (kg), gula pasir 1.000 kg, minyak goreng 1.000 liter, telur ayam 500 kg, serta bawang merah 250 kg.

Komoditas tersebut mendapat sambutan antusias dari warga karena selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar.

Bahkan dalam program subsidi ini, beras dijual Rp 11 ribu per kg, lebih murah dibandingkan harga pasar sekitar Rp 13 ribu per kg.

Gula pasir dilepas Rp 15 ribu per kg dari harga pasar Rp 17 ribu per kg. Minyak goreng Minyakita dijual Rp 14 ribu per liter, sementara di pasaran masih berkisar Rp 17 ribu per liter.

Selanjutnya telur ayam dijual Rp 25 ribu per kg dari harga pasar Rp 27 ribu per kg, sedangkan bawang merah dijual Rp 35 ribu per kg.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Kabupaten Karanganyar Budi Sutrisno mengatakan, program subsidi pangan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

”Penyaluran subsidi pangan ini kami lakukan sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru. Dengan harga yang lebih terjangkau, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya tanpa terbebani lonjakan harga,” ujarnya.

Menurut Budi, secara umum harga bahan pangan di Karanganyar menjelang Nataru masih relatif terkendali. Namun beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan, terutama cabai dan bawang merah.

”Harga cabai rawit merah saat ini mencapai sekitar Rp 85.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 60.000 per kilogram, dan bawang merah sekitar Rp 50.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi hampir merata di seluruh Indonesia karena produksi di sentra-sentra utama terganggu oleh curah hujan yang tinggi,” jelasnya.

Selain itu, Budi menambahkan bahwa harga Minyakita di pasaran masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

”Minyakita di pasar masih dijual di atas HET, sekitar Rp 17.000 per liter, karena permintaan yang meningkat tajam menjelang libur Nataru,” katanya.

Melalui pelaksanaan subsidi pangan secara bertahap di berbagai kecamatan, pemerintah daerah berharap gejolak harga dapat ditekan dan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga sepanjang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Di sisi lain, salah satu warga Suratmi, mengaku pihaknya terbantukan dengan adanya program tersebut. Lantaran harga yang dijual dalam program itu, lebih murah dibanding dengan harga pasaran.

”Biasanya kalau menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru itukan mahal mas, kalau ada program seperti ini kita bisa ngirit, dan uangnya bisa untuk kebutuhan yang lain," ungkapnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#ngargoyoso #pangan murah #karanganyar #jaten #jumapolo #nataru #MinyaKita