Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hujan Deras Picu Longsor, Jembatan Penghubung Dua Dusun di Jumantono Karanganyar Ambrol

Rudi Hartono RS • Jumat, 2 Januari 2026 | 16:01 WIB
Kondisi jembatan antardusun di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar yang ambrol, Jumat (2/1/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kondisi jembatan antardusun di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar yang ambrol, Jumat (2/1/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Karanganyar pada Kamis (1/1/2026) malam mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dan berdampak pada rusaknya jembatan penghubung antarwilayah desa.

Jembatan di sebelah utara Dusun Kendil sepanjang sekitar enam meter ambrol akibat longsor.

Kondisi ini menyebabkan jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya dapat diakses kendaraan roda dua.

Kepala Desa Tunggulrejo Parno menjelaskan, jembatan yang rusak merupakan akses vital yang menghubungkan Dusun Kendil dengan Dusun Tulakan Kulon.

Kerusakan jembatan itu secara langsung menghambat mobilitas warga, terutama dalam aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.

”Longsor jembatan utara Kendil sepanjang enam meter sehingga menyebabkan jalan tidak bisa diakses oleh roda empat, hanya bisa diakses oleh roda dua. Kejadian ini disebabkan curah hujan yang luar biasa tadi malam, sekitar jam dua dini hari,” kata Parno, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, Parno memastikan pemerintah desa bergerak cepat untuk menangani dampak bencana tersebut.

Pemerintah Desa Tunggulrejo telah menyiapkan dana talangan guna melakukan perbaikan darurat agar akses warga tidak terputus terlalu lama.

Insya Allah akan langsung ditangani oleh Pemerintah Desa Tunggulrejo menggunakan dana talangan supaya aktivitas masyarakat bisa normal kembali,” ujarnya.

Untuk sementara, kendaraan roda empat harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.

Namun, Parno menegaskan masih tersedia akses lain sehingga aktivitas warga tidak sepenuhnya lumpuh.

”Memang aktivitas lumayan terganggu, tetapi masih ada jalan alternatif yang bisa digunakan,” imbuhnya.

Terkait teknis pengerjaan, pemerintah desa menargetkan perbaikan jembatan dapat rampung dalam waktu satu hingga dua minggu.

Saat ini, pihak desa tengah menyiapkan material konstruksi sebagai tahap awal pemulihan.

Demi menjaga keselamatan warga, jalur jembatan yang terdampak longsor telah dipasang papan peringatan dan penutupan sementara bagi kendaraan roda empat.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan mengingat kondisi tanah di sekitar jembatan masih labil pascalongsor.

”Kami tutup akses untuk kendaraan roda empat. Ini penting demi keamanan masyarakat karena struktur tanah di sekitar jembatan masih rentan,” pungkasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #jumantono #jembatan ambrol #longsor