RADARSOLO.COM – Sejumlah proyek fisik di Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2025 mengalami keterlambatan pengerjaan. Selain pembangunan markas Kodim 0727/Karanganyar dan pelebaran Jalan Pojok–Mojoroto Mojogedang, proyek rehabilitasi jaringan irigasi molor.
Salah satunya rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Sikuwung di Desa Koripan, Kecamatan Matesih.
Proyek yang dikerjakan CV Berkah Restu Ibu dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,1 miliar tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Karanganyar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar Asihno Purwadi menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat kondisi geografis lokasi proyek di kawasan pegunungan serta faktor cuaca yang tidak mendukung.
”Selain kontur tanahnya yang berada di wilayah pegunungan, faktor cuaca juga sangat berpengaruh. Apalagi sebelumnya lokasi tersebut sempat terdampak bencana longsor,” jelas Asihno.
Akibat longsor tersebut, lanjut Asihno, sejumlah saluran irigasi mengalami kerusakan sehingga mengganggu pasokan air ke lahan pertanian di sekitarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak pelaksana proyek harus melakukan penyesuaian teknis, termasuk pembangunan jembatan sebagai saluran irigasi pengganti.
”Kemarin itu kan longsor, kemudian dibuatkan jembatan untuk saluran irigasinya. Sampai saat ini pengerjaannya masih berjalan,” imbuhnya.
Meski mengalami keterlambatan, Asihno menegaskan pihak penyedia jasa telah menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Konsekuensinya dikenakan sanksi denda keterlambatan sesuai ketentuan, yakni denda permil dari nilai pagu anggaran.
Hingga saat ini, progres pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi DI Sikuwung telah mencapai sekitar 95 persen.
Pekerjaan yang tersisa lebih pada tahap penyempurnaan agar proyek dapat segera diselesaikan dan difungsikan kembali.
”Saat ini tinggal penyempurnaan saja. Harapannya bisa segera rampung,” ujarnya.
Sementara itu, sebelumnya Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, juga sempat melakukan pemantauan langsung ke lokasi proyek.
Ia berharap agar pihak penyedia jasa dapat segera menuntaskan pekerjaan tersebut, sehingga jaringan irigasi yang sempat rusak akibat longsor dapat kembali diaktifkan.
Dengan selesainya proyek tersebut, diharapkan pasokan air irigasi bagi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Matesih dapat kembali normal dan mendukung aktivitas para petani setempat. (rud/adi)
Editor : Adi Pras