RADARSOLO.COM – Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar.
Hariadi, 45, warga setempat yang bertugas sebagai Flight Operation Officer (FOO) di maskapai Indonesia Air Transport, menjadi salah satu kru pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Sebuah panggilan telepon singkat menjadi komunikasi terakhir yang tersisa bagi sang istri, Ryra, sebelum pesawat rute Yogyakarta–Makassar itu lenyap dari radar.
"Besok ke Makassar", Kalimat Terakhir Sang Suami
Ryra tampak masih sangat terpukul saat ditemui di kediamannya.
Ia menceritakan bahwa komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi sesaat sebelum terbang.
Tidak ada nada bicara yang aneh, tidak ada pula firasat yang mengganjal hatinya.
“Tidak ada firasat apa pun. Beliau (Hariadi) hanya telepon, bilang besok ke Makassar. Saya tidak menyangka itu jadi percakapan terakhir kami,” ucap Ryra dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Senin (19/1/2026).
Kabar buruk itu baru menyapa Ryra pada Sabtu sore melalui telepon resmi pihak maskapai.
Sejak saat itu, waktu seolah berhenti bagi keluarga ini. Setiap detik dilewati dengan kecemasan, menanti dering telepon yang membawa kepastian nasib sang kepala keluarga.
Pribadi yang Berdedikasi
Hariadi dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi pada pekerjaannya.
Rutinitas meninggalkan rumah demi tugas terbang sudah ia jalani selama bertahun-tahun sejak keluarga ini menetap di Jaten pada 2014 lalu.
“Biasanya sebulan sekali baru pulang ke Karanganyar. Kalau di rumah paling satu sampai dua minggu, setelah itu kembali bertugas,” kenang Ryra.
Hariadi sendiri merupakan putra asli Kerjo, Karanganyar, sementara Ryra berasal dari Kalimantan.
Keluarga Berangkat ke Makassar
Dukungan moril terus mengalir dari kerabat dan tetangga yang berdatangan ke rumah duka.
Demi mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat, salah satu adik ipar Hariadi dikabarkan telah bertolak ke Makassar untuk bergabung di posko pencarian.
“Kemarin adik ipar sudah berangkat ke sana untuk mencari informasi langsung,” tambahnya.
Keluarga di Jaten kini hanya bisa bersandar pada doa, berharap mukjizat membawa Hariadi serta seluruh kru dan penumpang lainnya pulang dengan selamat.
Adapun daftar penumpang pesawat ATR 42-500 sebagai berikut:
Kru:
- Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
- Farhan Gunawan (Kopilot)
- Hariadi (Flight Operation Officer)
- Restu Adi P (Engineer)
- Dwi Murdiono (Engineer)
- Florencia Lolita (Awak Kabin)
- Esther Aprilita S (Awak Kabin)
Penumpang:
- Deden
- Ferry
- Yoga. (rud)