Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kabut di Bukit Mongkrang Karanganyar Persulit Pencarian, Operasi SAR Masuki Fase Krusial Penentuan Nasib Pendaki

Rudi Hartono • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:11 WIB

Pencarian pendaki Bukit Mongkrang Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Pencarian pendaki Bukit Mongkrang Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM  – Operasi kemanusiaan pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, kini memasuki fase berpacu dengan waktu. Tim SAR gabungan menetapkan masa tujuh hari pertama sebagai periode krusial atau golden time untuk menemukan penyintas sebelum operasi dievaluasi secara menyeluruh sesuai prosedur standar (SOP).

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menegaskan bahwa seluruh kekuatan penuh telah dikerahkan ke titik-titik paling ekstrem, mulai dari tebing curam hingga lembah terdalam yang dicurigai sebagai lokasi terakhir korban.

Baca Juga: Sosok Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Ternyata Hobi Lari Lintas Alam

“Pencarian kami maksimalkan selama tujuh hari berturut-turut tanpa jeda. Ini adalah fase krusial dalam operasi SAR. Setiap malam kami melakukan evaluasi ketat untuk memetakan ulang strategi berdasarkan temuan di lapangan,” ujar Hendro, Rabu (21/1).

Untuk mempersempit ruang pencarian, ratusan personel dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU). Pembagian ini dilakukan untuk menyisir sektor-sektor sulit secara simultan.

Baca Juga: Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Tawangmangu Diperluas hingga Bukit Mitis

Tak hanya mengandalkan penyisiran darat, tim juga mengerahkan teknologi udara. Namun, penggunaan drone seringkali menemui jalan buntu akibat cuaca ekstrem di kawasan lereng Lawu.

“Faktor cuaca adalah musuh utama kami. Hujan lebat dan kabut tebal di Bukit Mongkrang sering kali memangkas jarak pandang hingga nol meter. Jika kondisi sudah membahayakan keselamatan personel, operasi terpaksa kami hentikan sementara,” imbuhnya.

Baca Juga: Gagal Kuasai Medan di Tikungan JLS Boyolali, Truk Muatan Tripleks Asal Banten Terguling

Sesuai aturan operasional, operasi SAR memiliki batas waktu standar selama satu pekan. Hendro menjelaskan bahwa jika hingga hari ketujuh tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan, maka operasi secara resmi akan ditutup. Meski demikian, pintu kemanusiaan masih terbuka lebar.

“Setelah tujuh hari, sesuai SOP, pencarian akan ditutup. Namun, jika ada tanda-tanda baru atau permintaan khusus dari pihak keluarga, operasi bisa dibuka kembali melalui koordinasi lebih lanjut,” pungkas Hendro.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berjibaku di lapangan, berharap cuaca di puncak Mongkrang bersahabat agar penyisiran sektor-sektor rawan dapat diselesaikan secara optimal. (rud/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#BPBD Karanganyar #bukit mongkrang #cuaca #pendaki #operasi SAR