RADARSOLO.COM – Operasi kemanusiaan pencarian Yazid Ahmad Firdaus, 26, pendaki asal Colomadu yang hilang di Bukit Mongkrang, kini memasuki tahap penguatan personel khusus.
Guna menembus kebuntuan di medan yang sulit dijangkau secara visual, Polres Karanganyar resmi menerjunkan personel Unit K9 (anjing pelacak) ke lereng Gunung Lawu tersebut, Rabu (21/1).
Penerjunan anjing pelacak ini diharapkan mampu menangkap sisa-sisa aroma atau jejak korban yang terpisah dari tiga rekannya sejak Minggu (18/1) sore lalu. Fokus pencarian kini diarahkan pada vegetasi rapat dan tebing curam di jalur kepulangan dari puncak Mongkrang.
“Kami memaksimalkan seluruh potensi yang ada, termasuk menerjunkan Unit K9. Indra penciuman anjing pelacak sangat krusial untuk mendeteksi keberadaan korban di area-area yang sulit dijangkau oleh pengamatan mata manusia,” ujar Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, melalui Kasubsi Penmas Iptu Mulyadi.
Saat ini, kekuatan tim gabungan telah mencapai 160 personel yang berasal dari unsur Polri, BPBD, Basarnas, serta berbagai organisasi relawan. Strategi pencarian dilakukan secara berlapis.
Regu darat melakukan grid search di hutan lebat. Personel khusus menuruni tebing curam menggunakan tali untuk mengecek area jurang. Penggunaan drone untuk memetakan area luas secara cepat.
Iptu Mulyadi menambahkan bahwa tantangan utama di lapangan tetaplah faktor alam. Hujan deras dan kabut pekat sering kali turun secara tiba-tiba, memaksa tim untuk melakukan sistem buka-tutup operasi demi keselamatan petugas.
“Operasi sempat kami hentikan sementara saat cuaca memburuk guna menghindari risiko bagi tim pencari. Namun, begitu kondisi memungkinkan, seluruh regu kembali bergerak dengan koordinasi yang lebih ketat,” imbuhnya.
Polri memastikan komitmen penuh untuk terus melakukan pencarian hingga batas waktu operasional berakhir. Sinergi lintas sektoral ini terus dioptimalkan agar keberadaan Yazid segera menemukan titik terang di tengah ekstremnya medan Bukit Mongkrang. (rud/bun)
Editor : Kabun Triyatno