Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Buntut Bentrok Berdarah di Matesih: Polres Karanganyar Amankan 14 Orang, Dalami Peran Para Pelaku

Rudi Hartono RS • Senin, 26 Januari 2026 | 18:46 WIB

AI Generated/ChatGPT
AI Generated/ChatGPT

RADARSOLO.COM – Jajaran Satreskrim Polres Karanganyar tak butuh waktu lama untuk merespons bentrokan berdarah yang pecah di Jalan Karanganyar–Matesih, Minggu (25/1) sore. Sebanyak 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan di Desa Ngadiluwih tersebut resmi diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan maraton di Mapolres Karanganyar.

Langkah cepat ini diambil menyusul jatuhnya tiga korban luka akibat sabetan senjata tajam yang sempat menghebohkan masyarakat dan memaksa para korban dilarikan ke IGD RSUD Karanganyar.

Baca Juga: Bentrok Berdarah Pecah di Matesih Karanganyar, Tiga Orang Luka Tersabet Senjata Tajam

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti melalui Kasatreskrim AKP Wikan Sri Kadiono mengonfirmasi bahwa belasan pemuda tersebut diringkus dari berbagai titik tak lama setelah insiden terjadi.

“Setidaknya ada 14 orang yang kami amankan untuk dimintai keterangan terkait bentrokan di Matesih. Sejauh ini, status mereka masih sebagai saksi,” ujar AKP Wikan, Senin (26/1/2026).

Meski telah mengamankan belasan orang, AKP Wikan menegaskan bahwa penyidik belum menetapkan satu pun tersangka. Polisi masih bekerja ekstra keras untuk memetakan peran masing-masing individu dalam keributan tersebut.

Baca Juga: Perang Tiket Mudik Lebaran 2026 Dimulai! Simak 7 Jurus Jitu KAI Daop 1 Agar Tak Kehabisan Kursi

“Belum ada penetapan tersangka. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi serta siapa saja yang harus bertanggung jawab secara hukum. Kami juga sedang menunggu hasil visum et repertum dari tim medis,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, luka-luka yang diderita ketiga korban memiliki pola sabetan senjata tajam sejenis celurit. Hal ini menjadi fokus utama penyelidikan untuk memastikan apakah senjata tersebut memang telah dipersiapkan sebelumnya oleh kelompok tertentu.

Baca Juga: Kisah Selamet Setia Budi Membawa Batik Lukis Laweyan Mendunia, Menghiasi Dinding Hunian di Roma hingga Hiroshima

Insiden yang terjadi di Desa Ngadiluwih ini sempat memicu ketegangan di wilayah Kecamatan Matesih. Namun, AKP Wikan memastikan bahwa aparat kepolisian telah disiagakan di titik-titik rawan untuk menjamin keamanan tetap kondusif dan mencegah adanya aksi balasan.

“Penyelidikan masih berlanjut. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial,” pungkasnya. (rud/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#kronologi #pemuda #polres karanganyar #luka-luka #alat bukti #bentrokan berdarah