Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BUMDes Berjo Karanganyar Raup Pendapatan Rp 11,8 Miliar per Tahun, Ini Wisata Andalannya

Rudi Hartono RS • Senin, 2 Februari 2026 | 20:04 WIB
Kepala desa Berjo, Dwi Haryanto, saat menerima secara simbolis capaian pengelolaan dari Direktur BUMDes, Sularno. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kepala desa Berjo, Dwi Haryanto, saat menerima secara simbolis capaian pengelolaan dari Direktur BUMDes, Sularno. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) milik Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar mampu memaksimalkan potensi pariwisata untuk mendongkrak pendapatan asli desa (PADes).

Sepanjang tahun 2025, BUMDesa Alam Berjo berhasil membukukan pendapatan kotor sebesar Rp 11,8 miliar. Dari angka tersebut, laba bersih atau sisa hasil usaha (SHU) mencapai Rp 5,1 miliar.

Direktur Utama BUMDesa Alam Berjo, Sularno menyampaikan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari optimalisasi pengelolaan destinasi wisata unggulan serta dukungan penuh masyarakat dan pemerintah desa.

”Pariwisata menjadi lokomotif utama ekonomi Desa Berjo. Kami berkomitmen mengelola potensi desa secara transparan dan profesional agar manfaatnya benar-benar kembali ke masyarakat,” ujarnya dalam Musyawarah Desa Berjo.

Larno menambahkan, ikon wisata Air Terjun Jumog masih menjadi primadona utama dengan kontribusi pendapatan Rp 9,69 miliar atau 81,8 persen dari total pendapatan BUMDes. Lonjakan kunjungan terjadi pada Juni dengan 39.030 wisatawan, seiring libur sekolah.

Daya tarik Jumog juga menembus pasar internasional, dengan 1.063 wisatawan mancanegara tercatat berkunjung sepanjang 2025.

Selain itu, Telaga Madirda memperkuat portofolio wisata Desa Berjo dengan sumbangan pendapatan Rp 2,1 miliar atau 17,8 persen.

Meski sempat mengalami penurunan kunjungan pada Maret karena Ramadan, destinasi ini tetap dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai wisata alam berkelanjutan.

Unit simpan pinjam yang dikelola BUMDes juga menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan Rp 54,8 juta.

Total tabungan masyarakat mencapai Rp 1,27 miliar, jauh melampaui kredit yang disalurkan sebesar Rp 213 juta, menandakan tingginya tingkat kepercayaan warga terhadap lembaga ekonomi desa.

Keberhasilan BUMDesa Alam Berjo turut memberikan dampak langsung bagi pembangunan desa.

Dari laba bersih yang diperoleh, kontribusi ke PAD Desa mencapai Rp 2,31 miliar. Selain itu, dana sosial sebesar Rp 257,48 juta dialokasikan untuk kegiatan kemasyarakatan, serta dana cadangan Rp 1 miliar disiapkan untuk pengembangan usaha dan destinasi wisata ke depan.

Sementara itu, Camat Ngargoyoso Danang Abimanyu mengapresiasi capaian BUMDes Alam Berjo.

Ia menilai kinerja BUMDes Berjo dapat menjadi contoh pengelolaan potensi desa yang mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Capaian ini menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar jika dikelola dengan tata kelola yang baik, transparan, dan melibatkan masyarakat. Pemerintah kecamatan tentu mendukung upaya pengembangan desa wisata agar terus berkontribusi terhadap PAD dan pembangunan wilayah,” ujar Danang. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#BUMDes Berjo #ngargoyoso #karanganyar #Desa Berjo #Air Terjun Jumog