RADARSOLO.COM – Berhentinya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Karanganyar Jaten dalam mendistribusikan makan bergizi gratis (MBG) bukan kasus pertama.
Dari catatan Radarsolo.com, sudah ada puluhan SPPG di Kabupaten Karanganyar yang sempat berhenti beroperasi karena berbagai sebab.
Diawali awal November 2025
Dua dapur SPPG Sroyo 2 di Kecamatan Jaten dan SPPG Wonorejo di Kecamatan Gondangrejo tutup sementara pada awal November 2025 lalu.
Bahkan sebelumnya, SPPG di wilayah Tasikmadu juga sempat menghentikan proses penyaluran program MBG.
Hal itu dibenarkan Koordinator Wilayah SPPG Karanganyar Agung Wicaksono. Dia menyebut penghentian sementara dilakukan karena belum turunnya anggaran dari pemerintah pusat.
”Betul, bukan tunggakan, tapi memang belum cair. Ada dua yang berhenti sementara. Kalau sudah cair, nanti juga langsung jalan lagi,” ujarnya, Selasa (4/10/2025).
Evaluasi Akhir Tahun, Ada 21 yang Sempat Stop Operasi
Pada rapat koordinasi evaluasi tahunan bersama Pemkab Karanganyar, terungkap sebanyak 21 SPPG di Bumi Intanpari sempat berhenti beroperasi.
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Karanganyar Agung Wicaksono mengungkapkan, keterlambatan pencairan dana menjadi kendala utama operasional di lapangan.
”Sebanyak 21 SPPG sempat berhenti sampai 21 Desember karena dana operasional belum cair. Sekarang sudah kembali normal,” jelas Agung dalam rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (29/12/2025) siang.
Baru Beberapa Bulan Buka, Sudah Berhenti
Terbaru, SPPG Karanganyar Jaten yang berhenti beroperasi. SPPG ini disebut baru beroperasi beberapa bulan lalu.
Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani Kepala SPPG Karanganyar Jaten, Fabian Handy Saputra, disebutkan bahwa penghentian operasional dilakukan karena belum diterimanya pencairan dana pembiayaan dari BGN.
Pj Kepala Desa Jaten Andy Almaududi mengatakan, sejak awal SPPG lebih dulu melayani peserta didik, sementara pelayanan untuk ibu hamil dan menyusui baru berjalan sangat terbatas.
”Dari informasi, SPPG sudah beroperasi beberapa bulan lalu untuk melayani peserta didik atau pelajar. Kalau untuk pelayanan bagi ibu hamil dan menyusui itu baru berjalan dua kali, kemudian ada pemberhentian sementara,” ujar Andy.
Pihak SPPG menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara. Operasional dapur MBG akan kembali berjalan setelah dana bantuan pemerintah diterima dan kondisi operasional memungkinkan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras