Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Enam Kecamatan di Karanganyar Ini Diprioritaskan segera Bentuk Destana

Rudi Hartono RS • Kamis, 5 Februari 2026 | 17:52 WIB

 

Personel BPBD Karanganyar memberi pelatihan relawan di Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso. Hingga kini sudah ada 49 destana di Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Personel BPBD Karanganyar memberi pelatihan relawan di Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso. Hingga kini sudah ada 49 destana di Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar terus mendorong pembentukan Desa Siaga Bencana (Destana).

Hal itu sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Targetnya, program tersebut dapat semakin dipercepat dan bertambah hingga 2027.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno mengungkapkan, hingga saat ini pembentukan Destana di Karanganyar baru mencapai sekitar 49 desa. Pihaknya berharap jumlah tersebut terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

”Kami berharap pada 2027 jumlahnya bisa semakin bertambah dan pada masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto dan Adhe Eliana, pembentukan Destana dapat terselesaikan,” ujarnya dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karanganyar Tahun 2027, Kamis (5/2/2026).

Menurut Hendro, pembentukan destana akan difokuskan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana relatif tinggi.

Beberapa kecamatan yang menjadi prioritas antara lain Jatiyoso, Tawangmangu, Jenawi, Kerjo, Matesih, dan Karangpandan.

Ia menambahkan, urgensi pembentukan destana semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang belakangan cenderung ekstrem.

Curah hujan tinggi, potensi tanah longsor, banjir, hingga angin kencang dinilai memerlukan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa.

”Melalui program destana, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi bencana. Selain itu, koordinasi antara pemerintah desa, relawan, dan instansi terkait juga dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” imbuhnya.

Dia menilai, penguatan kapasitas masyarakat di tingkat desa menjadi salah satu kunci untuk meminimalkan dampak bencana, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.

Baca Juga: Tak Hanya di Jaten, Ini Deretan SPPG di Karanganyar yang Sempat Berhenti Operasi

”Karena itu, pembentukan destana akan terus didorong sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan daerah terhadap bencana,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#tawangmangu #jenawi #karanganyar #kerjo #destana #matesih #karangpandan #jatiyoso