Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi Lengkap Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Yasid Ahmad Firdaus dari Laporan Awal hingga Ditemukan

Nur Pramudito • Selasa, 10 Februari 2026 | 15:27 WIB
Operasi pencarian pendaki Bukit Mongkrang Tawangmangu yang hilang memasuki hari ketiga, Selasa (20/1/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Operasi pencarian pendaki Bukit Mongkrang Tawangmangu yang hilang memasuki hari ketiga, Selasa (20/1/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, ditutup sementara setelah seorang pendaki dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) siang.

Pendaki tersebut adalah Yazid Ahmad Firdaus, 26, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu.

Hingga Senin (19/1/2026) pagi, Yasid belum kembali ke basecamp.

Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, menyampaikan bahwa penutupan jalur pendakian dilakukan untuk memaksimalkan proses pencarian sekaligus menjaga keselamatan pendaki lainnya.

“Pendakian Bukit Mongkrang kami tutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saat ini jajaran TNI, Polri, BPBD, Perhutani, gabungan relawan, dan Basarnas masih melakukan proses pencarian,” ujar Eko.

Berdasarkan laporan posko pencarian, informasi awal diterima pukul 13.50 WIB dari pelapor Cahya Surya.

Salah satu rekannya, Yazid, telah ditunggu sejak pukul 11.30 WIB namun tidak kunjung turun.

Klarifikasi terhadap dua rekan korban, Salman dan Riyan, menunjukkan rombongan empat orang tersebut sempat berjalan bersama hingga Pos 3 sebelum akhirnya terpisah.

Formasi pendakian saat itu: Salman di depan, diikuti Cahya, Yasid, dan Riyan di posisi terakhir. Saat pengecekan, Yasid sudah tidak bersama rombongan.

Upaya pencarian awal dilakukan petugas basecamp bersama enam personel dengan menyisir jalur dari puncak hingga Pos Sewu.

Selanjutnya, tim kecil diterjunkan ke jalur Candi 1–Candi 2 dan area Sabit Tap yang rawan.

Malam harinya, tim ditarik ke basecamp untuk evaluasi, kemudian pencarian dilanjutkan dengan tiga Search and Rescue Unit (SRU): SRU 1 menyisir jalur Mutu Sewu, SRU 2 jalur Pager Dawuh, dan SRU 3 area Candi 2 menggunakan alat thermal. Hingga dini hari, pencarian belum membuahkan hasil.

Strategi Lanjutan dan Dukungan Teknologi

Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, Dinas Komunikasi dan Informatika Karanganyar mengerahkan drone untuk memantau jalur terjal, lembah, dan alur sungai.

Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan, drone difokuskan di jalur Pos Bayangan hingga Nguncup, termasuk punggungan Pos 3.

Selain itu, tim Diskominfo membantu melacak data komunikasi korban, sinyal ponsel, nomor IMEI, dan perangkat jam tangan pintar yang digunakan Yazid.

Koordinator SAR Basarnas, Yohan Tri Anggoro, menambahkan, pencarian diperluas hingga radius 600 meter dari titik awal hilangnya korban, termasuk Bukit Mitis di sebelah barat Bukit Mongkrang.

Meski cuaca ekstrem seperti kabut tebal menghambat, tim tetap menyisir jalur dengan prioritas keselamatan.

Dukungan Keluarga dan Pemerintah

Di basecamp, ayah Yasid, Sapto (54), dan ibu Rusti, setia menunggu kabar putra mereka.

Sapto menceritakan bahwa Yasid bukan pendaki amatir, sudah tiga sampai empat kali mendaki Bukit Mongkrang, dan gemar lari lintas alam.

Kehilangan Yasid membuat keluarga terus berharap kabar baik dari tim SAR.

Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana turun langsung ke lokasi untuk memastikan operasional tim SAR berjalan maksimal.

Pemerintah daerah menegaskan dukungan penuh, baik logistik maupun moral, kepada tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan.

Upaya Pencarian Intensif Hingga Hari Ketiga

Operasi SAR memasuki fase golden time selama tujuh hari pertama. Ratusan personel dibagi ke dalam lima SRU untuk menyisir tebing curam, lembah, dan jalur rawan.

Tim juga memanfaatkan anjing pelacak (Unit K9) dan teknologi vertikal rescue. Kendala utama tetap faktor alam: hujan deras, angin kencang, dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang.

Selain pencarian fisik, tim juga membuka kemungkinan pendekatan spiritual dengan melibatkan beberapa paranormal untuk membantu petunjuk lokasi.

Semua upaya dilakukan demi memastikan Yazid Ahmad Firdaus segera ditemukan.

Fakta Baru: Jalur Pendakian Baru

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan Yasid sempat berencana membuka jalur pendakian baru di sekitar Pos 3 Bukit Mongkrang.

Informasi ini diperoleh dari komunikasi keluarga dan teman korban.

Indikasi jalur baru ini sejalan dengan temuan tim SAR sebelumnya melalui anjing pelacak dan vertical rescue, mengarah ke sisi kiri Pos 3.

Hingga Operasi SAR Resmi Dihentikan

Hingga hari ke-13 pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan korban.

Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan keputusan penghentian operasi pada Sabtu (31/1/2026) setelah seluruh unsur terkait mengerahkan upaya maksimal.

Meskipun operasi SAR resmi ditutup, pencarian mandiri tetap dimungkinkan oleh relawan dan masyarakat sekitar.

Penemuan Korban

Pada Selasa (10/2/2026) pagi, informasi penemuan Yasid Ahmad Firdaus pertama kali beredar di kalangan relawan pendakian dan tim SAR yang sebelumnya terlibat dalam operasi pencarian.

Kabar tersebut menyebutkan korban ditemukan di kawasan Bukit Mitis, yang berada di sebelah barat Bukit Mongkrang, Tawangmangu.

Salah satu relawan Tawangmangu, Sutrisno, membenarkan adanya informasi tersebut.

Menurutnya, kabar penemuan korban telah menyebar luas di internal relawan sejak Selasa (10/2/2026) pagi.

“Informasi yang kami terima, kemungkinan memang Yasid Ahmad Firdaus. Kondisinya sudah meninggal dunia,” ujar Sutrisno saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima relawan, korban pertama kali ditemukan oleh rekan dari komunitas Wanadri Bandung di jalur Tapak Nogo, yang mengarah ke kawasan Bukit Mitis di sisi barat jalur pendakian Mongkrang. Jalur tersebut dikenal memiliki medan terjal dan vegetasi lebat.

Sementara itu, BPBD Karanganyar bersama Basarnas langsung melakukan koordinasi untuk proses evakuasi.

Lokasi penemuan korban disebut cukup sulit dijangkau dan membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan dari titik terdekat untuk mencapai lokasi.

Usai proses evakuasi, jenazah rencananya akan dibawa ke RSUD Karanganyar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.(np)

Editor : Nur Pramudito
#meninggal dunia #gunung lawu #karanganyar #bukit mongkrang #pendaki hilang di bukit mongkrang #pendaki hilang #penemuan jenazah #Yazid Ahmad Firdaus #mongkrang