RADARSOLO.COM – Lokasi penemuan jenazah Yazid Ahmad Firdaus pada Selasa (10/2/2026) siang oleh tim dari Wanadri Bandung di kawasan hutan Bukit Mitis, Tawangmangu, Karanganyar, diketahui berada di area yang jarang dijamah manusia.
Medan yang sulit serta posisi jenazah yang berada di cekungan membuat proses pencarian dan evakuasi tidak mudah.
Berdasarkan informasi di lapangan, posisi jenazah berada di cekungan di antara dua bukit sebelum Bukit Mitis dan berada di sisi barat kawasan Bukit Mongkrang.
Kedalaman cekungan diperkirakan sekitar 100 meter dari bagian atas, dengan jarak sekitar 2–3 kilometer dari jalur Mongkrang.
Kawasan tersebut merupakan hutan dengan vegetasi lebat yang berstatus sebagai wilayah yang dikelola Tahura, yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan Perhutani.
Kontur tanah yang curam serta tata letak medan membuat lokasi tersebut hampir tidak dapat dijangkau dari atas.
Akses menuju titik lokasi, menurut informasi, hanya memungkinkan dilakukan dengan menyusuri aliran sungai yang berasal dari kawasan Bukit Mitis.
Aliran tersebut dikenal sebagai sumber air Tapak Nogo, yang arusnya mengalir menuju Mitis hingga Desa Gondosuli.
Sumber air ini juga dimanfaatkan warga, termasuk masyarakat Tlogodringo, untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Tlogodringo Tawangmangu, Arif Setyo Nugroho, lokasi tersebut memang bukan jalur yang biasa dilalui pendaki maupun masyarakat.
Menurutnya, kondisi medan yang tertutup vegetasi dan berada di cekungan membuat area itu relatif sepi dari aktivitas manusia.
”Kalau dari atas hampir tidak bisa dijangkau. Biasanya akses hanya memungkinkan melalui aliran sungai. Itu pun harus menyusuri medan yang cukup sulit,” ujarnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD Karanganyar.
Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Yazid Ahmad Firdaus ditemukan oleh tim Wanadri Bandung di kawasan tersebut setelah pencarian berlangsung selama beberapa pekan sejak korban dilaporkan hilang.
Setelah proses evakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Karanganyar untuk pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. (rud/adi)
Editor : Adi Pras