RADARSOLO.COM – Misteri hilangnya Yazid Ahmad Firdaus, 26, pendaki Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, akhirnya terungkap.
Setelah dinyatakan hilang selama lebih dari tiga pekan, Yazid ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Tapak Nogo, wilayah perbatasan Tawangmangu–Jatiyoso, Selasa (10/2/2026).
Korban ditemukan di lokasi ekstrem yang berada jauh di luar jalur pendakian resmi Bukit Mongkrang.
Kondisi medan yang curam, terjal, dan licin membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan.
Relawan Satber Beruk, Jatiyoso, Sido Mursyid, mengungkapkan bahwa Yazid ditemukan tersangkut di aliran sungai, tertahan batang kayu dan tertutup pohon pisang akibat bekas longsoran.
“Asumsi kami terjadi kecelakaan jatuh, lalu korban terbawa arus sungai. Saat ditemukan, kondisinya tersangkut batang kayu dan tertutup pohon pisang akibat longsoran,” ujar Sido Mursyid saat ditemui di lokasi evakuasi.
Kondisi Terakhir saat Ditemukan
Saat ditemukan, Yazid sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Dari identifikasi awal di lokasi, korban masih mengenakan kaos hitam yang tersingkap hingga menutupi bagian kepala, serta celana panjang hitam.
Korban juga masih mengenakan kaos kaki hitam bermotif putih, namun sepatunya telah terlepas.
"Sepatunya sudah lepas dan tidak ditemukan tas atau barang bawaan pendakian di sekitar lokasi penemuan jenazah," ujar Mursyid.
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kecelakaan jatuh dari ketinggian dan terseret arus sungai cukup jauh.
Lokasi penemuan berada di bawah tebing dengan kedalaman sekitar 100 hingga 200 meter dari jalur atas.
Posisi tersebut dinilai sangat berbahaya dan sulit dijangkau, bahkan oleh tim SAR berpengalaman sekalipun.
Medan Evakuasi Sangat Ekstrem
Mursyid mengakui, proses evakuasi menjadi salah satu yang paling menantang yang pernah mereka hadapi.
Medan yang licin, curam, dan dipenuhi bebatuan membuat jalur pendakian sama sekali tidak memungkinkan digunakan.
“Luar biasa membutuhkan perjuangan. Medan sangat terjal dan licin, kami harus menyusuri sungai, bahkan ketemu air terjun. Evakuasi dilakukan manual, yang penting kami bisa turun dan mengangkat korban,” terangnya.
Karena kondisi tersebut, tim gabungan memutuskan jalur evakuasi dengan menyusuri aliran Sungai Tapak Nogo ke arah bawah menuju Dusun Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.
Evakuasi Manual Selama Lima Jam
Proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan sistem estafet.
Sekitar 40 personel relawan terlibat langsung memikul jenazah melewati sungai, bebatuan, serta rintangan berupa air terjun kecil dengan peralatan seadanya.
Proses evakuasi yang dilakukan sejak siang, hingga tim baru berhasil mencapai permukiman warga di Dusun Beruk sekitar pukul 18.00 WIB.
Kronologi Singkat Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus
Aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, dihentikan sementara menyusul laporan hilangnya seorang pendaki sejak Minggu (18/1/2026) siang.
Yazid Ahmad Firdaus, 26, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Minggu 18/1/2026).
Hingga Senin (19/1/2026) pagi, korban belum turun dan belum tercatat kembali ke basecamp.
Dari laporan posko pencarian, informasi awal mengenai hilangnya Yazid diterima sekitar pukul 13.50 WIB dari pelapor bernama Cahya Surya.
Korban diketahui telah ditunggu sejak pukul 11.30 WIB, namun tidak kunjung turun.
Hasil klarifikasi terhadap dua rekan korban, Salman dan Riyan, menyebutkan bahwa rombongan yang terdiri dari empat orang sempat berjalan bersama hingga Pos 3 jalur pendakian.
Setelah itu, mereka terpisah. Saat pendakian, posisi berjalan berurutan dengan Salman berada di depan, disusul Cahya, Yazid, dan Riyan di posisi paling belakang.
Ketika dilakukan pengecekan, Yazid sudah tidak berada bersama rombongan.
Berdasarkan informasi, Yazid diketahui sempat berencana membuka jalur pendakian baru di sekitar Pos 3 Bukit Mongkrang.
Proses pencarian oleh tim SAR gabungan pun dilakukan. Termasuk mengerahkan anjing pelacak (Unit K9).
Hingga hari ke-13 pencarian, tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian.
Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan keputusan penghentian operasi pada Sabtu (31/1/2026) setelah seluruh unsur terkait mengerahkan upaya maksimal.
Meskipun operasi SAR resmi ditutup, pencarian mandiri tetap dimungkinkan oleh relawan dan masyarakat sekitar. (wa/ria)
Editor : Syahaamah Fikria