KARANGANYAR – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pendakian di Bukit Mongkrang, Tawangmangu. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya pendaki Yazid Ahmad Firdaus dalam kondisi meninggal dunia setelah tersesat dan jatuh ke jurang sedalam 200 meter.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa keselamatan nyawa manusia adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Mengingat Bukit Mongkrang merupakan destinasi favorit bagi pendaki pemula karena jalurnya yang relatif singkat, risiko tersesat justru sering kali dianggap remeh oleh pengunjung.
“Bukit Mongkrang memiliki daya tarik tinggi bagi pemula, namun peristiwa ini menunjukkan adanya risiko besar yang perlu diantisipasi dengan sistem pengamanan yang jauh lebih memadai,” ujar Sumarno saat melayat ke rumah duka di Colomadu, Selasa (10/2/2026) malam.
Pemprov Jateng melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) kini tengah menyiapkan rencana aksi untuk meminimalisir kecelakaan di gunung. Ada tiga poin utama yang menjadi fokus evaluasi di tingkat tapak
Penataan jalur utama untuk memastikan jalur pendakian tetap pada rute aman dan menutup jalur-jalur tikus yang berisiko mengarahkan pendaki ke tebing atau jurang
Standarisasi rambu dan petunjuk arah dengan menambah rambu-rambu permanen di titik-titik krusial yang sering membuat pendaki bingung, terutama saat cuaca berkabut.
Penguatan sistem pengawasan dengan meningkatkan verifikasi kesiapan fisik dan perlengkapan pendaki di gerbang masuk (basecamp).
Baca Juga: Fakta-Fakta Bukit Mitis, Lokasi Ditemukannya Pendaki Hilang Bukit Mongkrang Tawangmangu
“Kejadian ini menjadi evaluasi bersama. Kami telah berkoordinasi dengan DLHK untuk meningkatkan aspek keselamatan, mulai dari penataan jalur hingga pengawasan ketat di lapangan,” tegas Sumarno.
Analisis Lokasi Kejadian Berdasarkan data dari tim SAR, jenazah korban ditemukan di luar jalur pendakian resmi, tepatnya di celah tebing sungai yang sangat curam di antara Bukit Mongkrang dan Bukit Mitis. Area tersebut diketahui memiliki kemiringan ekstrem yang sulit dilalui bahkan oleh tim profesional sekalipun.
Kepala Kantor Basarnas Solo Kamal Riswandi menambahkan bahwa pemahaman medan sangat krusial bagi pendaki. Ia menyarankan agar setiap pendaki, terutama pemula, tidak memaksakan diri jika cuaca memburuk dan selalu berpegang pada jalur resmi yang telah ditentukan pengelola.
Dengan adanya evaluasi ini, Pemprov Jateng berharap Bukit Mongkrang tidak hanya menjadi destinasi yang indah secara visual, tetapi juga menjadi kawasan wisata minat khusus yang aman dan terkendali secara prosedural. (bun)
Editor : Kabun Triyatno