Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perkuat Layanan KB, Pemkab Karanganyar Teken MoU dengan Faskes K0KB

Rudi Hartono RS • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:20 WIB
Bupati Karanganyar Rober Christanto saat mendatangi kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU/PKS) dengan fasilitas kesehatan K0KB Tahun 2026. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Bupati Karanganyar Rober Christanto saat mendatangi kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU/PKS) dengan fasilitas kesehatan K0KB Tahun 2026. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar pertemuan pembinaan bagi penyelenggara pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR), Rabu (11/2/2026).

Acara tersebut sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan fasilitas kesehatan K0KB Tahun 2026

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Taman Sari Karanganyar tersebut diikuti oleh 350 peserta.

Terdiri darikader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dari 177 desa, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kabupaten Karanganyar, perwakilan fasilitas kesehatan K0KB, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Karanganyar Sri Endah Yuniastuti mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program pembinaan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi di fasilitas kesehatan.

Menurutnya, pelayanan KB dan kesehatan reproduksi merupakan layanan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada pengendalian kelahiran.

Tetapi juga kesehatan ibu dan anak, perencanaan keluarga, serta pencegahan berbagai masalah reproduksi.

”Pelayanan KB dan kesehatan reproduksi adalah layanan yang terintegrasi, mulai dari edukasi melalui penyuluhan dan konseling hingga penyediaan kontrasepsi dan penanganan masalah kesehatan reproduksi di berbagai fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut membutuhkan sinergi banyak pihak, mulai dari penyuluh KB, kader PPKBD, hingga fasilitas kesehatan sebagai mitra layanan.

Karena itu, pembinaan rutin dan penguatan komitmen dinilai penting untuk meningkatkan capaian program pada 2026.

”Kami berharap melalui kegiatan ini sinergitas program KB dan kesehatan reproduksi semakin kuat, komitmen para penyelenggara meningkat, dan target pelayanan tahun 2026 dapat tercapai,” tambahnya.

Selain pembinaan, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan MoU secara simbolis antara Pemkab Karanganyar dan fasilitas kesehatan K0KB.

Kemudian pemberian materi penyegaran mengenai penapisan calon akseptor dan penanganan komplikasi KB oleh dr. Aris Hartoto, SpOG dari RSUD Karanganyar.

Serta penyerahan honorarium secara simbolis kepada kader PPKBD dan pengelola data pelayanan KB Tahun 2026.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan pentingnya peran kader dan penyuluh KB yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

”Kader dan penyuluh ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh kader kesehatan tidak hanya membangun program, tetapi juga melakukan pemberdayaan agar masyarakat mau memanfaatkan pelayanan KB,” katanya.

Bupati juga berharap para penyuluh KB terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar berpartisipasi dalam program keluarga berencana.

”Kami berharap seluruh kader dan penyuluh KB di Kabupaten Karanganyar terus menyampaikan motivasi kepada masyarakat untuk ikut dalam program KB, karena ini penting bagi kualitas keluarga dan masa depan generasi,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#rsud karanganyar #Keluarga Berencana #Penyuluh Keluarga Berencana #DP3APPKB #mou #KB