Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Teror Macan Tutul Hantui Warga Jatiyoso Karanganyar, Sejumlah Hewan Ternak Dimangsa

Rudi Hartono RS • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:01 WIB
Ilustasi macan tutul. (Arief Budiman/Radar Solo)
Ilustasi macan tutul. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar kembali diresahkan dengan kemunculan macan tutul yang diduga memangsa ternak milik warga.

Dalam laporan terbaru, beberapa ternak ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. Diduga kuat akibat serangan satwa liar tersebut.

Camat Jatiyoso Mahmud Aziz Arifin membenarkan adanya kejadian itu.

Dia menyebut laporan itu diterima dari perangkat desa wilayah setempat sekitar dua hingga tiga hari lalu.

”Iya, kemarin ada laporan dari kepala dusun. Lokasinya di Dusun Pondok, Desa Beruk. Satu hewan dimakan, satunya masih sisa,” ujar Mahmud saat dikonfirmasi Radarsolo.com, Rabu (11/2/2026) petang.

Menurutnya, kemunculan macan tutul di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi.

Sekitar tiga atau empat tahun lalu, peristiwa serupa juga sempat menimpa warga dan mengakibatkan ternak hilang atau mati dimangsa.

Informasi yang diterima pihak kecamatan menyebutkan, sebelumnya ada rencana dari instansi kehutanan untuk melakukan penelitian di kawasan tersebut.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemasangan kamera trap guna memantau aktivitas satwa liar, baik macan tutul maupun hewan dilindungi lainnya.

Warga sendiri menyebutkan, macan tutul kerap melintas di area belakang rumah yang berbatasan dengan lahan atau kawasan yang masih alami.

Kondisi ini membuat sebagian warga merasa khawatir, terutama yang memelihara ternak di perbatasan pemukiman dan hutan.

”Kami menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta kembali mengaktifkan siskamling atau ronda malam, menambah penerangan di sekitar rumah dan kandang, serta memperkuat pagar atau pembatas kandang agar lebih tinggi dan kokoh,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko serangan satwa liar, sekaligus menjaga keselamatan warga dan ternak di wilayah tersebut. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #Satwa Liar #macan tutul #beruk #jatiyoso