RADARSOLO.COM – Arah pembangunan desa di masa mendatang diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Wakil Ketua DPRD Karanganyar Supriyanto mendorong desa-desa mulai menggali potensi kebudayaan dan kearifan lokal sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Supriyanto saat memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kebakkramat, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, pembangunan yang hanya bertumpu pada infrastruktur tidak cukup untuk memperkuat identitas dan daya saing desa.
Unsur budaya dan nilai-nilai lokal justru dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus karakter masyarakat.
“Pembangunan itu tidak hanya infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kebudayaan yang bermuatan kearifan lokal,” ujar Supriyanto di hadapan peserta Musrenbang.
Ia mengilustrasikan bagaimana identitas budaya mampu mengangkat derajat suatu bangsa. Salah satu contohnya adalah penemuan angka nol oleh bangsa India yang hingga kini diakui dunia.
Ia berharap desa-desa di Kebakkramat memiliki semangat serupa dalam menjaga entitas budaya masing-masing.
Supriyanto mencontohkan langkah nyata yang pernah dilakukan melalui alokasi dana aspirasi untuk pengembangan desa wisata berbasis budaya.
Program tersebut diwujudkan dalam bentuk festival rakyat dan kegiatan seni di tingkat desa.
Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem ekonomi sekaligus membangun karakter masyarakat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto juga menyinggung dinamika anggaran daerah yang saat ini menghadapi tantangan refocusing.
Ia meminta pemerintah kecamatan dan desa tidak berkecil hati, meski kemampuan anggaran Kabupaten Karanganyar dinilai lebih terbatas dibandingkan beberapa daerah tetangga.
“Meskipun anggaran terbatas, kita harus tetap proporsional. Saya secara pribadi siap mendukung usulan-usulan yang berkaitan dengan pemberdayaan kebudayaan dan kearifan lokal, tidak hanya melulu soal jalan dan jembatan,” tegasnya.
Musrenbang yang berlangsung di aula gedung serbaguna Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, tersebut dihadiri perwakilan Bapperida, Dispermades, unsur Forkopimca, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Kebakkramat.
Melalui forum ini, diharapkan usulan pembangunan tahun 2027 dari Kecamatan Kebakkramat tidak hanya berfokus pada kemajuan infrastruktur fisik.
Tetapi juga menyeimbangkannya dengan pelestarian nilai-nilai luhur budaya Jawa sebagai identitas masyarakat desa.
Sementara itu, Sekda Karanganyar Kurniadi Maulato, saat mendatangi kegiatan Musrembang di Kecamatan Colomadu awal pekan ini mengungkapkan, bahwa sampai saat ini rata - rata usulan dari pemerintah desa masih fokus terhadap pembangunan infrastruktur.
”Musrembang memang sangat penting karena saat ini Karanganyar mengalami penyesuaian anggaran 20 hingga 30 persen. Oleh karena hal tersebut maka semua usulan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di masyarakat," tegas sekda. (rud/adi)
Editor : Adi Pras