RADARSOLO.COM - Sejumlah aliansi organisasi masyarakat dan komunitas yang tergabung dalam gerakan Jaga Lawu menggelar aksi di Kantor Bupati Karanganyar, Jumat (13/2/2026).
Massa menyuarakan penolakan terhadap rencana proyek geothermal di kawasan Gunung Lawu, khususnya wilayah Jenawi.
Koordinator aksi sekaligus Ketua Gerakan Penolakan Geothermal Jaga Lawu, Sumanto menyampaikan kekecewaan karena tidak dapat bertemu langsung dengan bupati dan sekda.
Mereka juga mempertanyakan ketidakhadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah seperti Kapolres, Dandim, dan Kajari.
“Kami ingin menyampaikan langsung aspirasi masyarakat. Jangan sampai pemerintah daerah belum menerima pemberitahuan dari pemerintah pusat, karena saat ini proyek tersebut sudah memasuki tahap lelang,” ujar Sumanto dalam orasinya.
Menurutnya, rencana proyek geothermal di wilayah Jenawi memicu gelombang penolakan dari masyarakat.
Karena dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan, sumber daya alam, kearifan lokal, serta kehidupan petani dan warga di lereng Lawu.
Sejumlah pihak sebelumnya juga telah menyampaikan sikap serupa.
Beberapa anggota DPRD Karanganyar menyatakan penolakan dengan alasan potensi kerusakan lingkungan, nilai historis dan spiritual kawasan, serta risiko geologis.
Penolakan juga disampaikan oleh pimpinan pusat Muhammadiyah melalui tim yang dipimpin Busyro Muqoddas saat bertemu Bupati Karanganyar Rober Christanto pada 23 Januari 2026.
Dalam pertemuan itu, Muhammadiyah menilai proyek geothermal berpotensi mengancam ekosistem dan sumber air masyarakat, khususnya di wilayah Solo Raya.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar juga mengeluarkan rekomendasi yang pada prinsipnya mendukung energi terbarukan.
Mamun menekankan pentingnya kajian kritis terhadap dampak lingkungan, kesehatan, dan sosial, serta mendorong alternatif energi yang lebih ramah lingkungan.
Hal senada juga diungkapkan Koordinator Jagalawu, Aan Shopuanudin.
Dia menegaskan, aksi yang dilakukan bukan untuk menimbulkan konflik, melainkan mengajak pemerintah berdiskusi demi menjaga ketenteraman masyarakat lereng Lawu.
“Kami hanya ingin berdiskusi, mengajak untuk kebaikan dan menjaga suasana tetap ayem tentram. Kami tidak ingin masyarakat di lereng Lawu terusik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar Sunarno yang menemui perwakilan massa menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diterima dan dijadikan bahan evaluasi.
“Aspirasi ini akan kami tampung dan nantinya kami sampaikan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan,” ujarnya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat, sementara perwakilan massa berharap pemerintah daerah dapat menyampaikan sikap resmi terkait rencana proyek geothermal tersebut. (rud/adi)
Editor : Adi Pras