RADARSOLO.COM – Perhutani memasang kamera trap di wilayah perbatasan hutan untuk memantau aktivitas macan tutul yang sempat masuk permukiman warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar. Macan tutul tersebut sudah memangsa sejumlah hewan ternak warga.
Asisten Perhutani (Asper) Lawu Selatan, Satrio Budi Utomo membenarkan adanya laporan serangan tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima informasi dari masyarakat.
”Kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA (balai konservasi sumber daya alam,Red) dan jajaran Polres Karanganyar untuk melakukan langkah antisipasi dan sosialisasi kepada warga,” ujar Satrio, Minggu (15/2/2026).
Dia menyebut langkah awal yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait potensi serangan macan tutul. Serta upaya pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri.
”Kami merekomendasikan agar kandang ternak tidak ditinggalkan begitu saja, pagar kandang diperkuat. Kemudian diberikan penerangan yang cukup dan dijaga, terutama pada malam hari,” tegasnya.
Selain pemilik ternak, warga yang biasa mencari rumput di kawasan hutan juga diminta lebih berhati-hati.
”Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di hutan untuk waspada. Karena selain memangsa hewan ternak, dikhawatirkan juga bisa menyerang manusia jika terjadi perjumpaan secara tiba-tiba,” tambahnya.
Satrio menjelaskan, keberadaan macan tutul di kawasan lereng selatan Lawu memang masih ada.
Hal tersebut berdasarkan pemantauan bersama BKSDA dan pihak Perhutani. Baik di wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut.
”Populasinya memang masih ada di kawasan lereng selatan Lawu. Itu juga menjadi perhatian kami bersama BKSDA dan Perhutani wilayah perbatasan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya memasang kamera trap atau kamera pengintai di sejumlah titik.
”Kemarin dari hasil evaluasi, kami sepakat akan memasang kamera trap di beberapa titik yang dicurigai sebagai jalur perlintasan. Tujuannya untuk mendeteksi pergerakan satwa tersebut sehingga langkah penanganan bisa lebih tepat,” tandasnya.
Pihaknya berharap, dengan langkah pemantauan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat, potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat di minimalkan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras