RADARSOLO.COM - Reses Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto di Kabupaten Karanganyar menyingkap benang kusut persoalan infrastruktur yang saling berkaitan.
Keluhan warga didominasi oleh masalah sampah dan penutupan saluran air (drainase) yang memicu banjir hingga kerusakan jalan.
Camat Colomadu Dwi Adi Susilo melaporkan bahwa perilaku warga yang menutup saluran air demi membangun tempat usaha atau hunian menjadi biang kerok utama.
"Banyak warga membangun tapi menutup saluran air, sehingga gorong-gorong tersumbat. Akibatnya air meluap ke jalan dan menyebabkan banjir. Ini perlu sosialisasi terus-menerus," keluh Dwi Adi.
Efek Domino: Drainase Mampet, Jalan Rusak
Wakil Ketua Komisi B DPRD Karanganyar Joko Pramono menyoroti efek domino dari masalah ini.
Air yang tidak bisa masuk ke saluran akhirnya menggenangi aspal.
"Air tidak masuk ke saluran tapi ke jalan. Begitu ada air menggenang, struktur aspal jadi cepat rusak. Padahal jalan itu baru beberapa bulan diperbaiki," ujar Joko.
Kondisi ini diperparah dengan adanya efisiensi anggaran yang signifikan.
Joko menyebut alokasi Dana Desa (DD) turun drastis, membuat pemerintah desa kesulitan memperbaiki infrastruktur yang rusak.
"Dana desa yang semula bisa mencapai Rp 1 miliar, kini turun menjadi hanya sekitar Rp 300 juta. Tentu sulit untuk membangun," tambahnya.
Ketua DPRD Jateng Sumanto: Anggaran Bersih Sungai = Bangun Jalan
Baca Juga: Dana Desa Kena Efisiensi, Ketua DPRD Jateng Sumanto Minta Kades Terapkan Skala Prioritas Pembangunan
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Jateng Sumanto mengakui bahwa tantangan fiskal tahun ini cukup berat.
Ia membeberkan data bahwa APBD Jateng tahun ini terpangkas hingga hampir Rp 2 triliun, sementara APBD Karanganyar turun Rp 372 miliar.
"Karena beratnya persoalan, ke depan anggaran untuk membersihkan sungai dan pembangunan jalan posisinya bisa jadi sama penting dan besarnya," papar Sumanto.
Mengingat keterbatasan dana, Sumanto menekankan pentingnya skala prioritas.
Ketua DPRD Jateng berjanji mengawal aspirasi warga Karanganyar agar persoalan krusial tetap tertangani meski anggaran "cekak".
Sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah penyumbatan drainase, Sumanto kembali menggaungkan ide pemilahan sampah dari rumah tangga menggunakan kantong plastik beda warna (Merah, Hijau, Putih).
"Meski ada efisiensi, minimal masalah yang berat-berat harus teratasi. Aspirasi ini akan kami pertimbangkan matang-matang," pungkasnya. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono