RADARSOLO.COM – Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana angkat bicara terkait munculnya keluhan masyarakat soal menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak wajar dan kurang layak bagi peserta didik.
Adhe menegaskan, kualitas menu MBG tidak boleh menurun, meskipun saat ini penyajiannya disesuaikan dengan kondisi bulan Ramadhan.
“Soal menu MBG di Karanganyar, meskipun dalam bentuk kering, saya berharap tetap ada protein dan gizi. Biasanya dalam menu MBG ada susu, telur, dan sebagainya. Itu harus dipahami oleh semua SPPG. Tolong itu dipertahankan, jangan diganti dengan yang lain,” tegasnya saat bertemu wartawan, Selasa (24/2/2025).
Ketua Satgas MBG Karanganyar ini menegaskan, perubahan bentuk menu menjadi kering bukan tanpa alasan. Selama R2025han, makanan tidak memungkinkan untuk dikonsumsi langsung di sekolah.
Sehingga harus dikemas agar bisa dibawa pulang dan disantap saat berbuka puasa.
“Di bulan puasa kita tidak mungkin memberikan makanan yang bisa langsung dimakan atau basah. Makanya bentuk MBG nanti bisa dimakan saat berbuka puasa,” ujarnya.
Meski begitu, Adhe tidak menutup mata terhadap berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.
Ia memastikan, jika ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan program, evaluasi akan segera dilakukan.
“Kalau ada kurangnya nanti akan kita perbaiki,” tandasnya.
Tak hanya soal kualitas menu, Adhe juga memberi peringatan keras terkait pengelolaan anggaran.
Dia menegaskan telah memerintahkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karanganyar untuk mematuhi ketentuan penggunaan dana.
“Saya sudah perintahkan seluruh SPPG di Karanganyar, dana itu tidak serta-merta Rp15 ribu secara total hanya untuk bahan baku. Makanya saya tegaskan jangan ada yang bermain dengan anggaran itu. Kalau ada yang bermain, saya tidak akan segan-segan mengevaluasi SPPG tersebut,” tegasnya.
Ia mengingatkan, anggaran yang telah ditetapkan harus benar-benar digunakan untuk menjaga kualitas makanan yang diterima siswa.
“Itu sudah jelas anggarannya. Jangan sampai mengurangi nilai dari makanannya,” pungkas Adhe.
Pemkab Karanganyar, lanjutnya, akan memperketat pengawasan agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal.
Yakni memastikan kebutuhan gizi peserta didik terpenuhi dengan baik, tanpa ada pengurangan kualitas di lapangan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras