RADARSOLO.COM – Momentum Ramadhan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk memperkuat komitmen integritas generasi muda.
Melalui forum diskusi publik bertajuk Ngobrol Bareng Ngabuburit, akhir pekan lalu, ratusan pemuda diajak berani menolak praktik tindak pidana pencucian uang (money laundry).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiono Suwandi. Hadir pula Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, sekretaris daerah, inspektur daerah, serta jajaran kejaksaan.
Adhe Eliana menekankan generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga moralitas publik dan menolak segala bentuk kejahatan keuangan.
”Intinya, gerakan pemuda harus berani menolak money laundry. Anak-anak muda Karanganyar harus menjadi pelopor integritas, berani berkata tidak terhadap praktik-praktik yang merugikan bangsa dan negara,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan karakter dan integritas harus dimulai sejak dini, terutama di kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda.
Ia berharap forum diskusi seperti ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu membangun kesadaran kolektif untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas di berbagai lini kehidupan.
Sementara itu, Pujiono Suwandi menjelaskan, tindak pidana pencucian uang merupakan kejahatan serius yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
”Kami mendorong generasi muda agar meningkatkan literasi hukum serta memahami risiko dan konsekuensi dari praktik tersebut,” tegasnya.
Melalui kegiatan Ngobrol Bareng Ngabuburit ini, Pemkab Karanganyar berharap lahir generasi muda yang kritis, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi maupun pencucian uang. (rud/adi)
Editor : Adi Pras