RADARSOLO.COM – Pemerintah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar mencairkan tunjangan hari raya (THR) kepada 1.446 kepala keluarga (KK) warga desa setempat, Senin (2/3/2026). Masing-masing KK menerima Rp 500 ribu.
Program bertema “Sejahtera Wargane, Gawe Tresno Desane” itu menjadi simbol kuat keberpihakan desa kepada masyarakat.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 723 juta dan disalurkan selama dua hari.
Ketua Tim Percepatan Desa Berjo Wahyu Budi Utomo menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari kesinambungan program kesejahteraan desa yang telah berjalan sejak 2025.
Melalui tiga program unggulan: Semua Bisa Sarjana, Semua Bisa Sehat, dan Semua Bisa Sejahtera.
Pada Program Semua Bisa Sarjana, sebanyak 694 pelajar menerima beasiswa dengan total anggaran Rp 990 juta.
Rinciannya, 121 mahasiswa, 300 siswa SMA, dan 273 siswa SMP. Dampaknya signifikan, persentase lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi naik menjadi 52,9 persen.
Sementara itu, Program Semua Bisa Sehat menghadirkan 624 layanan mobilisasi kesehatan gratis selama 2025 melalui ambulans dan mobil siaga yang beroperasi 24 jam bersama Relawan Bersatu.
Layanan tersebut juga mencakup perawatan lansia ketergantungan, kunjungan rutin kesehatan, hingga posyandu dan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Ngargoyoso.
Adapun melalui Program Semua Bisa Sejahtera, desa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pendapatan asli desa (PADes) kepada 275 keluarga penerima manfaat sebesar Rp 600 ribu per tahun dengan total anggaran Rp 165 juta.
Sasaran bantuan meliputi warga rentan, dhuafa, lansia, dan yatim.
Tak hanya fokus pada bantuan sosial, sepanjang 2025 Desa Berjo juga merealisasikan pembangunan di 50 titik.
Mulai betonisasi dan pengaspalan jalan hingga pembangunan irigasi pertanian dan infrastruktur lainnya. Seluruhnya dibiayai dari PADes yang bersumber dari bagi hasil bumi.
Bupati Karanganyar Rober Christanto mengapresiasi soliditas pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan masyarakat Berjo.
Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus mampu ngayemi, ngayomi, dan ngayani.
”Di Berjo, saya melihat tiga hal itu berjalan. Warganya kompak, pemerintah desanya peduli, dan programnya jelas menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mendorong agar potensi UMKM desa terus dikembangkan secara berkelanjutan agar menjadi penggerak ekonomi yang stabil dan tidak bergantung pada momentum tertentu.
Ia berharap semangat gotong royong, keramahan kepada tamu, serta dukungan masyarakat terus dijaga demi kemajuan Desa Berjo ke depan.
”Kalau desa kuat, kabupaten juga akan semakin kuat,” tegasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras