RADARSOLO.COM – Pembersihan material tanah longsor yang menutup jalan tembus Tawangmangu–Sarangan di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu terus dikebut, Kamis (5/3/2026).
Proses evakuasi dilakukan menggunakan alat berat karena material longsoran cukup besar dan menutup badan jalan.
Bupati Karanganyar Rober Christanto turun langsung ke lokasi untuk memantau sekaligus memastikan proses penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Ia juga ikut mengawasi proses pembersihan material bersama jajaran terkait di lapangan.
Sejumlah unsur dilibatkan dalam proses penanganan. Mulai dari BPBD, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat sekitar.
Pembersihan dilakukan secara gotong royong agar akses penghubung dua daerah tersebut bisa segera difungsikan kembali.
Hingga Kamis siang, sebagian besar material longsoran sudah berhasil disingkirkan dari badan jalan.
Jika tidak ada kendala berarti, jalur tembus tersebut ditargetkan bisa kembali dibuka untuk lalu lintas kendaraan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan, proses pembersihan dilakukan dengan sangat hati-hati. Mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi bergerak.
”Tanah yang longsor berada di bagian bawah bukit. Bagian atasnya masih labil dan ada pohon besar di atasnya, sehingga petugas harus ekstra hati-hati saat melakukan pembersihan,” ujar Hendro.
Menurut Hendro, penggunaan alat berat sangat membantu mempercepat proses evakuasi material longsoran yang berukuran besar.
”Materialnya banyak dan besar-besar. Kalau hanya mengandalkan tenaga manual tentu tidak mampu. Karena itu kami menggunakan alat berat agar prosesnya lebih cepat,” katanya.
Hingga menjelang pukul 12.00 WIB, pembersihan material longsoran hampir rampung.
Petugas terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada material yang masih membahayakan pengguna jalan.
”Jika tidak ada kendala, kemungkinan sore ini lalu lintas di jalan tembus sudah bisa dibuka kembali. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas, terutama ketika hujan deras dan angin kencang,” imbuhnya.
Pohon tumbang terjadi di sembilan kecamatan. Yakni Karanganyar, Karangpandan, Jatiyoso, Ngargoyoso, Jenawi, Matesih, Jumantono, Tawangmangu, dan Kerjo. (rud/adi)
Editor : Adi Pras