RADARSOLO.COM – Bupati Karanganyar Rober Christanto menekankan pentingnya peran ketua RT dan RW sebagai tokoh masyarakat di lingkungan masing-masing.
Hal itu disampaikan saat kegiatan pembinaan kepada ketua RT dan RW se-Kabupaten Karanganyar sekaligus penyerahan simbolis insentif dan operasional RT/RW tahun 2026 di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Selasa (10/3/2026).
Rober menegaskan, ketua RT dan RW harus mampu menghadirkan tiga nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Yakni ngayemi, ngayomi, dan ngayani. Ketiga hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan dan pelayanan kepada warga.
”Pak RT dan RW itu orang-orang yang ditokohkan di lingkungannya. Maka harus ada tiga syarat yakni ngayemi, ngayomi, dan ngayani. Semua harus bisa hadir memberikan tiga rasa itu kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, peran RT dan RW tidak hanya sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah.
Lebih dari itu, mereka juga harus menjadi "ujung tombok” yang mampu menggerakkan masyarakat dalam pembangunan daerah.
”Tidak hanya menjadi ujung tombak tapi juga ujung tombok,” tegasnya.
Rober menambahkan, pemerintah daerah berharap adanya sinergi dan kebersamaan dengan RT dan RW dalam membangun daerah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan melalui semangat gotong royong.
”Terus kemudian kami pemerintah daerah dalam hal ini berharap sesarengan bangun Karanganyar bersama RT dan RW. Mari kita memberikan pikiran kita untuk bersama-sama gotong royong mbangun Karanganyar,” katanya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Karanganyar Suboko menyampaikan, tahun ini, insentif bagi ketua RT dan ketua RW diberikan satu kali dalam setahun dengan besaran masing-masing Rp 2 juta.
Selain itu, terdapat bantuan operasional bagi RT dan RW sebesar Rp 500 ribu.
Secara keseluruhan, jumlah RT di Kabupaten Karanganyar mencapai 6.533 dengan total anggaran insentif sebesar Rp 16,3 miliar.
Sementara jumlah RW sebanyak 1.974 dengan total anggaran Rp 4,9 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk insentif dan operasional RT/RW pada tahun 2026 mencapai Rp 21,1 miliar. (rud/adi)
Editor : Adi Pras