Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jagongan Moderasi Beragama Perkuat Persaudaraan Warga Desa Rejosari sebagai Desa Moderat

Rudi Hartono RS • Jumat, 27 Maret 2026 | 19:37 WIB

 

Warga Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar rutin menggelar pertemuan antarumat beragama untuk menjaga toleransi. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Warga Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar rutin menggelar pertemuan antarumat beragama untuk menjaga toleransi. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar semakin meneguhkan diri sebagai desa moderat yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Semangat tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan Jagongan Moderasi Beragama (Jamber), yang digelar setiap tahunnya.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat itu kerap dihadiri dihadiri sejumlah pejabat, salah satunya Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana.

Kepala Desa Rejosari Agus Supadiyono mengatakan, masyarakat Rejosari selama ini hidup berdampingan dengan rukun meskipun memiliki latar belakang agama dan budaya yang beragam.

Baca Juga: Pendaki Gunung Lawu Cedera, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi via Candi Ceto Karanganyar

Karena itu, kegiatan Jamber dinilai menjadi momentum untuk terus merawat nilai kebersamaan tersebut.

”Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan tanpa memandang perbedaan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Menurut Agus, semangat toleransi di Rejosari telah menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Warga saling menghormati dalam menjalankan ibadah maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga: Lewat Aplikasi Lapor Bupati, Warga Sragen Bisa Sampaikan Aspirasi dan Keluhan

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana mengaku, moderasi beragama merupakan kunci menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

”Moderasi beragama adalah kunci keharmonisan sosial. Dengan toleransi, saling menghormati, dan gotong royong, Karanganyar akan semakin kokoh sebagai daerah yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

Adhe menambahkan, Desa Rejosari dapat menjadi contoh bagaimana nilai moderasi beragama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial di masyarakat.

Baca Juga: Lewat Aplikasi Lapor Bupati, Warga Sragen Bisa Sampaikan Aspirasi dan Keluhan

”Saya berharap nilai moderasi beragama semakin membumi dan menjadi pegangan bersama, sesuai dengan semangat Sesarengan Mbangun Karanganyar,” tandasnya.

Melalui kegiatan Jamber, Adhe berharap semangat toleransi yang tumbuh di Desa Rejosari dapat terus dijaga dan bahkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun kerukunan dan kebersamaan masyarakat. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana #Moderasi Beragama #gondangrejo