RADARSOLO.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Situs Petilasan Alas Krendowahono, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/3/2026).
Kunjungan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dilakukan bersama jajaran Keraton Surakarta Hadiningrat dan diikuti sekitar 30 orang.
Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Agenda diawali dengan doa bersama di kawasan petilasan.
Dilanjutkan peninjauan ke Petilasan Selo Ambangun Topo yang berada di kawasan Alas Krendowahono.
Baca Juga: Usai Gandeng Perhutani, Bupati Karanganyar Targetkan PUD Aneka Usaha Segera Dongkrak Potensi Wisata
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.25 WIB, dan rombongan langsung meninggalkan lokasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gusti Kanjeng Ratu Koes Murtiyah Wandasari selaku Pangageng Sasono Wilopo Keraton Surakarta, KPH Eddy S Wirabhumi, serta unsur TNI-Polri setempat.
Kunjungan dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian situs budaya dan sejarah lokal.
Baca Juga: Lewat Aplikasi Lapor Bupati, Warga Sragen Bisa Sampaikan Aspirasi dan Keluhan
Petilasan Alas Krendowahono sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi yang memiliki nilai historis dan kerap digunakan dalam kegiatan adat Keraton Surakarta.
Selain itu, langkah ini juga dipandang strategis dalam mendorong penguatan identitas budaya nasional berbasis kearifan lokal.
Tidak hanya berdampak pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Kepala Desa Krendowahono Syarif Hidayat mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait agenda kunjungan dari menbud tersebut.
”Terus terang kami tidak mengetahui agenda itu, mungkin itu agenda internal karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan ke kami pemerintah desa,” ujarnya.
Baca Juga: Pendaki Gunung Lawu Cedera, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi via Candi Ceto Karanganyar
Menurutnya, kunjungan menbud ke situs tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan.
Selama ini, kawasan makam Krendowahono lebih sering digunakan sebagai lokasi kegiatan adat oleh Keraton Surakarta.
Pemerintah setempat diharapkan dapat dilibatkan dalam kegiatan serupa ke depan, guna mendukung koordinasi serta menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memaksimalkan potensi pengembangan kawasan budaya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras