RADARSOLO.COM- Seorang bocah berusia 8 tahun berinisial FKN, warga Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar dilaporkan hilang misterius sejak Minggu (29/3/2026) dini hari.
Saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian intensif.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menuturkan, upaya pencarian terus dikebut dengan melibatkan berbagai unsur relawan dan aparat.
“Saat ini tim gabungan bersama relawan masih di lapangan melakukan proses pencarian,” ujarnya.
Mengingat kondisi di lapangan, strategi pencarian akan lebih diintensifkan.
Debit air sungai di sekitar rumah FKN akan dialihkan sementara oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mempermudah pergerakan tim rescue.
Selanjutnya, akan dilakukan pencarian dengan sistem susur sungai," imbuh Hendro.
Berdasarkan data asesmen di lapangan, berikut adalah profil dan ciri-ciri FKN:
-
Ciri Fisik & Pakaian: Tinggi badan sekitar 100 cm. Saat terakhir kali terlihat, korban mengenakan kaus berwarna merah dan memakai popok.
-
Karakteristik: Dikenal pendiam dan hanya mau berbicara dengan orang tuanya. Memiliki kebiasaan sering keluar rumah (baik siang maupun malam hari) dan sangat gemar bermain air di sungai yang berada di selatan rumahnya.
Adapun kronologi hilangnya korban dihimpun berdasarkan keterangan keluarga dan penelusuran bukti di sekitar lokasi:
-
Pukul 01.00 WIB: Korban diminta tidur oleh neneknya, Suratmi.
-
Pukul 02.00 WIB: Sang nenek terbangun dan mendapati korban sudah tidak ada di kamar. Pintu depan rumah ditemukan dalam kondisi terbuka, bahkan gemboknya hilang.
-
Pukul 02.15 WIB: Berdasarkan pantauan rekaman CCTV milik warga, korban terlihat berjalan mengarah ke sisi timur.
-
Pukul 02.30 WIB: Keluarga dibantu warga sekitar melakukan pencarian awal. Celana korban ditemukan tergeletak di perempatan selatan rumah, yang merupakan lokasi biasa korban bermain. Di waktu yang berdekatan, seorang saksi mata mengaku sempat melihat korban bermain air dan tanah di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim gabungan membagi personel menjadi tiga kelompok atau Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan penyisiran:
-
Tim 1: Menyisir area darat di sekitar rumah korban.
-
Tim 2: Menyasar area persawahan di desa setempat.
-
Tim 3: Melakukan penyisiran di aliran sungai/saluran Dam Colo sejauh kurang lebih 1 hingga 2 kilometer menggunakan teknik body rafting.
Namun sayang, hingga berita ini diturunkan, hasil pencarian masih nihil.
Operasi SAR gabungan yang melibatkan Polsek Kebakkramat, Koramil Kebakkramat, BPBD Karanganyar, Relawan Kebakkramat, Sibat Desa Kebak, dan Destana Waru akan terus dilanjutkan dengan metode yang lebih intensif demi segera menemukan korban. (rud)
Editor : Tri Wahyu Cahyono