RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karanganyar akan menambah rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor.
Menyusul sejumlah kejadian bencana alam yang sempat menutup akses jalan serta meningkatnya kasus kecelakaan terutama di jalur wisata.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Karanganyar Jalu Setio Bintoro mengungkapkan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana ke kantor Dishub beberapa hari lalu.
Baca Juga: Run In Village Vol 2 Dongkrak Sport Tourism di Karanganyar
”Setelah sidak tersebut, kami langsung melakukan persiapan pemasangan rambu-rambu peringatan di empat lokasi,” ujarnya, Senin (20/3/2026).
Sebelumnya, keduanya juga mengecek rambu-rambu di kantor dishub. Dalam kesempatan itu, bupati berharap agar rambu-rambu yang sudah tersedia maupun siap dipasang dapat segera direalisasikan di lapangan.
Hal itu bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat, baik warga Karanganyar maupun wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke kawasan wisata di Karanganyar.
Ia menjelaskan, penentuan titik pemasangan rambu didasarkan pada rekomendasi dari jajaran Satlantas Polres Karanganyar, yang telah melakukan pemetaan wilayah rawan kecelakaan dan bencana.
Adapun empat lokasi tersebut adalah jalur menuju Candi Cetho di wilayah Gumeng, Kecamatan Jenawi. Kemudian tanjakan Berjo di Kecamatan Ngargoyoso menuju arah Candi Sukuh.
Selanjutnya jalur baru Tawangmangu yang sebelumnya sempat mengalami longsor, serta ruas jalan di Gondangrejo yang dikenal rawan kecelakaan akibat turunan tajam.
Baca Juga: Kereta Kelinci Tabrak Pemotor di Bejen Karanganyar, Satu Orang Meninggal Dunia
Menurut Jalu, pemasangan rambu ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, khususnya wisatawan yang belum familiar dengan kondisi medan di wilayah Karanganyar.
”Dengan adanya rambu peringatan, kami berharap potensi kecelakaan bisa ditekan dan pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama di jalur ekstrem,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras