RADARSOLO.COM– Senyap malam di Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar pecah pada Senin (30/3/2026) malam.
Ratusan warga berkeliling kampung melakukan ritual kearifan lokal sebagai bentuk ikhtiar batin mencari keberadaan Faiz Khoirul Nizam, 8.
Faiz dilaporkan hilang misterius sejak Minggu dini hari lalu.
Bawa Obor dan Tabuh Peralatan Dapur
Pantauan radarsolo.jawapos.com di lokasi, sekitar 100 orang warga yang terdiri ibu-ibu, pemuda Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat setempat berkumpul membelah pekatnya kegelapan malam.
Dengan membawa obor api sebagai penerang jalan, mereka berjalan kaki mengelilingi dusun dengan rute searah jarum jam.
Mereka membawa berbagai macam peralatan dapur seperti piring, gelas, mangkuk, tempayan, hingga wajan yang dipukul bertalu-talu untuk menciptakan bunyi-bunyian bising.
Sembari berjalan menyusuri sudut-sudut dusun, nama Faiz terus diteriakkan dengan lantang.
Panggilan tersebut bersahutan dengan lantunan doa-doa yang dipanjatkan agar sang penyintas segera memberikan tanda-tanda keberadaannya.
Baca Juga: Masih Memakai Popok, Bocah Berusiah 8 Tahun Warga Kebakkramat Karanganyar Dilaporkan Hilang
Dukungan Spiritual bagi Tim SAR
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno menilai aksi solidaritas tersebut sebagai sebuah fenomena sosial yang mengharukan.
Ia memandang bahwa kegiatan tersebut murni merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin masyarakat yang sangat peduli dengan nasib warganya.
Mereka secara sukarela ikut mendoakan secara spiritual agar Faiz segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Baca Juga: Dongkrak Wisata, Sragen Siapkan Festival Balon Udara di New Kemukus
Melihat antusiasme tersebut, pihak BPBD memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kepedulian masyarakat Tasgunting.
Hendro menegaskan bahwa di saat warga menempuh jalur spiritual, operasi pencarian secara teknis dan formal oleh tim SAR gabungan tetap terus berjalan tanpa henti di lapangan.
Ia menyebut kearifan lokal dan doa yang dipanjatkan warga tersebut menjadi suntikan dukungan moral yang sangat luar biasa bagi mental tim penyelamat.
Terus Perluas Area Pencarian
Hendro menambahkan bahwa saat ini personel BPBD bersama puluhan relawan lintas organisasi masih terus berupaya melakukan penyisiran di titik-titik yang dianggap krusial.
Tim gabungan terus bekerja secara terukur dan membagi personel menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas jangkauan area pencarian di sepanjang aliran Dam Colo.
Baca Juga: Siapkan NIK, Cek Status Penerima Bansos PKH-BPNT 2026 di Pekan Terakhir Pencairan Tahap 1
Ia sangat berharap sinergi antara upaya pencarian teknis dari tim SAR dan dorongan doa dari warga bisa segera membuahkan hasil yang diharapkan.
Hingga berita ini diturunkan pada Senin malam, suasana di Dusun Tasgunting masih tampak khidmat.
Segenap warga dan keluarga sangat berharap ritual kearifan lokal ini mampu menjadi "penerang" jalan bagi tim pencari agar segala kendala di lapangan dapat teratasi dan Faiz bisa segera kembali ke pelukan keluarganya. (rud)
Editor : Tri Wahyu Cahyono