RADARSOLO.COM – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengecek pengelolaan sampah di Kabupaten Karanganyar, Kamis (2/4/2026).
Mulai dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sukosari, Kecamatan Jumantono. Selain itu TPS Bank Sampah Permata Hijau Gajahan di Kecamatan Colomadu. Kemudian Bank Sampah TPS Tunggulrejo.
Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 KLH Vinda Damayanti Ansjar menjelaskan, kegiatan ini untuk meninjau secara langsung implementasi pengelolaan sampah di daerah.
Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Percepat Cek Kesehatan Gratis, Bidik 46 Persen Warga
Dalam kesempatan itu, pihak kementerian memberikan apresiasi terhadap sejumlah program unggulan yang telah dijalankan Pemkab Karanganyar.
Program “Sampah Selesai di Desa” dan gerakan “Karanganyar Asri” dinilai berhasil mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
Vinda Damayanti menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan sampah dari hulu. Menurutnya, optimalisasi pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat masyarakat akan berdampak signifikan dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Baca Juga: Tiga Kades PAW di Sragen Dilantik, Bupati Dorong Lansung Tancap Gas
”Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Dengan penguatan di hulu, maka sampah yang masuk ke TPA diharapkan hanya berupa sampah residu,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar Sunarno.
Sementara itu, Sunarno menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah terus di lakukan hingga saat ini.
Baca Juga: Gudang Triplek di Popongan Karanganyar Terbakar, Api Diduga dari Oven
”Upaya tersebut yakni tidak lain adalah melalui penguatan regulasi, edukasi kepada masyarakat, serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung,” terang Narno.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Karanganyar semakin optimal dan mampu menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain dalam mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras