RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur melalui groundbreaking Jembatan Garuda.
Program ini menjadi langkah awal dari puluhan usulan pembangunan jembatan yang diajukan sebelumnya.
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menyampaikan, dari total 31 titik yang diajukan melalui Komandan Kodim 0727 Karanganyar, pada tahap pertama ini berhasil direalisasikan pembangunan di empat titik jembatan yang tersebar di tiga kecamatan.
”Alhamdulillah, tahap pertama kita bangun empat titik jembatan di tiga kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Di antaranya Kecamatan Gondangrejo satu titik, Kecamatan Kerjo dua titik, dan Kecamatan Jenawi dua titik,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027, Karanganyar Dorong Transformasi Digital dan Penguatan UMKM
Adhe menegaskan, pembangunan jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Jembatan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi sarana penting bagi mobilitas warga.
”Jembatan ini hadir untuk mempermudah langkah petani membawa hasil bumi, memudahkan anak-anak kita berangkat sekolah, serta mempererat silaturahmi antarwarga,” tambahnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Karanganyar ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Karanganyar atas dukungan yang diberikan terhadap program pembangunan tersebut.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Adhe berharap Jembatan Garuda tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga memiliki makna simbolis bagi kemajuan daerah.
”Seperti namanya, Jembatan Garuda diharapkan menjadi simbol kekuatan kita untuk terbang lebih tinggi dan melesat lebih cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rejosari Agus Supadiyono menyambut baik pembangunan jembatan di wilayahnya.
Baca Juga: Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan LPG 3 Kg di Tasikmadu Karanganyar, Omzet Per Bulan Capai Miliaran
Ia menjelaskan sebelumnya jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat pondasi yang tergerus air hujan hingga akhirnya ambrol.
”Dengan adanya pembangunan ini, kami sangat bersyukur. Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat,” katanya.
Agus berharap, dengan kembali dibangunnya jembatan tersebut, sektor pertanian di wilayahnya dapat pulih dan berkembang lebih baik.
”Semoga ke depan hasil pertanian semakin lancar distribusinya dan kesejahteraan warga bisa meningkat,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras