Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Diduga Depresi soal Sekolah dan PKL, Pelajar di Tasikmadu Karanganyar Nekat Akhiri Hidup

Rudi Hartono RS • Senin, 6 April 2026 | 15:29 WIB

 

Polisi olah TKP siswa akhiri hidup di Perumahan Anugrah Abadi, Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (6/4/2026) pagi. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Polisi olah TKP siswa akhiri hidup di Perumahan Anugrah Abadi, Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (6/4/2026) pagi. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Peristiwa tragis terjadi di wilayah Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Seorang pelajar berinisial RAA, 16, warga Perumahan Anugrah Abadi, Desa Karangmojo nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Senin (6/4/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepala Desa Karangmojo Sri Hardiyanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut, korban diduga mengalami tekanan terkait persoalan sekolah dan praktik kerja lapangan (PKL).

Baca Juga: Bidik WTP Ke-12, Bupati Karanganyar Tekankan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat meminta kepada orang tuanya untuk pindah sekolah sekaligus berpindah tempat PKL.

Alasannya, korban merasa tidak mampu menjalani aktivitas tersebut karena dianggap terlalu berat.

Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh orang tua. Mengingat masa pendidikan dan PKL korban hanya tinggal beberapa bulan lagi, orang tua meminta agar korban tetap melanjutkan hingga selesai.

Baca Juga: Berani Bikin Onar, Kesbangpol Sragen Langsung Bikin Laporan yang Terkoneksi ke BIN hingga Polri

”Setelah pembicaraan itu, orang tua korban sempat mengantarkan adik korban ke sekolah. Saat kembali ke rumah, justru mendapati korban sudah dalam posisi gantung diri,” ujar Sri Hardiyanto.

Korban diketahui mengakhiri hidupnya dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan pada kisi-kisi ventilasi di atas pintu kamar.

Melihat kondisi tersebut, orang tua korban langsung berupaya menyelamatkan dengan menurunkan korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

”Saat diturunkan, kondisi tubuh korban masih hangat. Kami juga sempat berusaha memberikan pertolongan,” tambahnya.

Baca Juga: Komitmen Cetak Generasi Berakhlak Mulia, Pemkab Karanganyar Berangkatkan Santri Kembali ke Ponpes

Namun nahas, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Peristiwa ini sontak mengundang keprihatinan warga sekitar. Aparat desa mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, terutama yang tengah menghadapi tekanan pendidikan maupun lingkungan. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#pkl #karanganyar #akhiri hidup #tasikmadu #gantung diri