Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sidak ke Pasar Jungke, Komisi B DPRD Karanganyar Soroti Masalah Sampah

Rudi Hartono RS • Selasa, 7 April 2026 | 12:08 WIB
Komisi B DPRD Karanganyar sidak ke Pasar Jungke Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Komisi B DPRD Karanganyar sidak ke Pasar Jungke Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Persoalan sampah di Pasar Jungke kembali menjadi sorotan. Komisi B DPRD Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tersebut pada Selasa (7/4/2026) pagi, menyusul banyaknya keluhan dari pedagang terkait kondisi lingkungan yang dinilai mengganggu aktivitas ekonomi.

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar Latri Sulistyowati mengatakan, pihaknya sengaja turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan dari para pedagang.

“Kita sengaja datang ke pasar ini karena banyak sekali pedagang yang mengeluhkan terkait dengan sampah yang ada di Pasar Jungke. Dan hal tersebut sangat mengganggu perekonomian mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Saking Rapinya, Ketua RT-RW Enggak Nyangka Gudang Penjemuran Empon-empon di Jumantono Karanganyar Dipakai untuk Oplos Elpiji Beromzet Rp750 Juta per Bulan

Menurutnya, permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sepihak. Diperlukan kerja sama antara pedagang dan dinas terkait agar penanganan bisa berjalan optimal, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

“Yang utama harus ada kerja sama dari pedagang dan dinas terkait untuk mengantisipasi hal itu. Walaupun ada keterbatasan anggaran, kita harus tetap bersinergi,” tegasnya.

Ia menambahkan, ke depan perlu ada sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk penugasan petugas khusus serta peningkatan kesadaran pedagang dalam memilah dan menangani sampah secara mandiri.

Baca Juga: Kasus Guru TK di Sragen Diduga Rudapaksa Siswa: Dituntut 4 Tahun, Kuasa Hukum Optimistis Terdakwa Bebas

Di sisi lain, Keluhan pedagang pun cukup beragam. Sukarsi mengaku kondisi sampah yang menumpuk menimbulkan bau tak sedap dan serbuan lalat.

“Lalatnya ganggu, sampahnya numpuk. Selain bau, lalatnya sangat mengganggu,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Wiyatno. Ia menyebut kondisi tersebut berdampak pada penurunan omzet, terutama saat momen Lebaran.

“Omzet kita menurun saat Lebaran. Kami berharap sampah bisa diambil secara rutin, jangan sampai mengganggu kami dan pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Pasar Jungke, Sri Hartoyo, menjelaskan bahwa persoalan sampah dipicu keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk kontainer yang tidak memadai.

Baca Juga: Komoditas Pertanian Unggulan di Karanganyar Ini Digelontor Hibah Rp 1,1 Miliar dari Pemkab

“Banyak pedagang mengira kontainer yang ada tidak layak. Sebelumnya kondisi masih kondusif, namun karena minimnya anggaran, kami sudah mengusulkan pengadaan kontainer baru ke dinas terkait,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sunarno menyatakan pihaknya siap membantu armada dan tenaga untuk penanganan sampah. Ia juga menargetkan penghentian sistem open dumping pada 30 Juli mendatang.

“Kita bantu armada dan tenaga. Solusinya, pedagang harus bisa memilah sampah secara mandiri. Dinas siap memfasilitasi hasil pemilahan tersebut,” katanya. (rud/adi) 

Editor : Adi Pras
#karanganyar #DPRD Karanganyar #Pasar Jungke #sidak #sampah