Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hadapi Ancaman El Nino, Gubernur Jateng Minta Petani Tetap Tenang

Rudi Hartono RS • Rabu, 8 April 2026 | 18:23 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto saat meninjau Embung Alastuo di Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Rabu (8/4/2026) siang. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto saat meninjau Embung Alastuo di Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Rabu (8/4/2026) siang. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta petani di Jawa Tengah tetap tenang menghadapi potensi El Nino ekstrem atau yang disebut “El Nino Godzila”.

Hal itu disampaikan saat kunjungan di Embung Alastuwo, Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Rabu (8/4/2026) siang. 

Menurut Luthfi, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Baca Juga: Tinjau SPPBE di Karanganyar, Gubernur Ahmad Luthfi Jamin Stok Elpiji Jateng Aman 6 Kali Lipat

Salah satunya melalui sosialisasi kepada petani terkait prediksi El Nino dan dampaknya.

“Kita sudah lakukan sosialisasi. Tapi yang penting petani tetap tenang, tidak panik dalam menghadapi kondisi ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau petani untuk memanfaatkan sisa ketersediaan air dengan mempercepat masa panen, pengolahan lahan, hingga penanaman kembali.

Baca Juga: Belum Ditemui Keluarga Pelaku, Ayah Korban Penganiayaan di SMPN 2 Sumberlawang Desak Kasus Diusut Tuntas

Selain itu, penggunaan air harus dilakukan secara hemat dengan sistem pengairan berselang atau macak-macak.

“Selagi masih ada air, segera percepat panen, olah tanah, dan tanam. Kemudian pengairan dilakukan secara hemat,” tegasnya.

Di sisi infrastruktur, Pemprov Jateng bersama pemerintah pusat dan daerah mempercepat pembangunan sarana irigasi.

Di antaranya pembangunan 14 unit sumur dalam melalui APBD kabupaten, 40 unit irigasi perpompaan, 11 unit irigasi perpipaan, serta 9 embung dari APBN.

Selain itu, juga dilakukan optimalisasi lahan non rawa sebanyak 6 unit serta pembangunan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) sebanyak 4 unit melalui APBD provinsi.

Baca Juga: Pemkab Karanganyar Lelang Jabatan Ketua Baznas, Ini Syarat dan Jadwalnya

Pemprov juga menyiagakan bantuan pompa dan sumur dari tahun sebelumnya, serta mempercepat penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, hingga pestisida baik dari APBN maupun APBD.

Tak hanya itu, dinas terkait bersama kelompok petani seperti P3A/GP3A juga diminta melakukan pembersihan dan pemeliharaan saluran irigasi agar distribusi air tetap optimal.

Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga dilakukan terkait jadwal penutupan saluran Bengawan Solo.

Baca Juga: Truk Pengangkut Kayu di Wonosobo Oleng dan Menabrak Kendaraan dari Arah Berlawanan, Dua Orang Meninggal

Sebagai langkah mitigasi risiko, pemerintah juga menyiapkan skema asuransi pertanian bagi petani yang mengalami gagal tanam atau panen. Usulan tersebut diajukan melalui APBD provinsi maupun APBN.

Luthfi menekankan pentingnya petani mematuhi jadwal tanam yang telah ditetapkan melalui keputusan bupati, serta terus memantau perkembangan cuaca dan perubahan iklim.

“Petani harus waspada terhadap perubahan iklim dan mengikuti jadwal tanam yang sudah ditentukan,” katanya.

Baca Juga: Unit Pelayanan Pemkab Karanganyar yang Tidak Ikut Kebijakan WFH setiap Jumat

Menariknya, ia menyebut kondisi kemarau justru dapat menjadi keuntungan bagi petani hortikultura, khususnya bawang putih, karena dapat meningkatkan hasil umbi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Jateng optimistis sektor pertanian tetap terjaga meski menghadapi ancaman El Nino ekstrem. (rud/adi) 

Editor : Adi Pras
#karanganyar #tasikmadu #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi #el nino #petani