Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Usai Disidak DPRD, Pemkab Karanganyar Usulkan Kontainer Sampah Pasar Jungke Lewat CSR

Rudi Hartono RS • Kamis, 9 April 2026 | 19:32 WIB
Kondisi sampah di Pasar Jungke Karanganyar yang sempat dikritik Komisi B DPRD Karanganyar, belum lama ini. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kondisi sampah di Pasar Jungke Karanganyar yang sempat dikritik Komisi B DPRD Karanganyar, belum lama ini. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Penanganan sampah di pasar tradisional kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Menyusul inspeksi mendadak (sidak) Komisi B DPRD Karanganyar, dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (disdagperinaker) mulai mengintensifkan upaya perbaikan. Salah satunya melalui usulan pengadaan kontainer sampah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagperinaker Karanganyar Nugroho mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengajukan bantuan kontainer sampah melalui berbagai skema, termasuk program corporate social responsibility (CSR) maupun dukungan dari program pemerintah lainnya.

Baca Juga: Warga Ngringo Karanganyar Temukan Elang Jawa, Satwa Ikonik Jawa di Ambang Punah

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai solusi atas keterbatasan anggaran daerah dalam memenuhi kebutuhan sarana prasarana pengelolaan sampah di pasar.

”Kami mengupayakan pengadaan kontainer sampah melalui program CSR maupun program pemerintah lainnya. Ini sebagai langkah percepatan agar penanganan sampah di pasar bisa lebih optimal,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, keberadaan kontainer sangat dibutuhkan untuk menunjang sistem pengangkutan sampah dari pasar menuju tempat pembuangan akhir (TPA) Sukosari, Jumantono.

Baca Juga: Kepsek hingga Kepala Disdik Sragen Dipanggil Polisi dalam Kasus Kematian Siswa SMPN 2 Sumberlawang

”Ada sekitar lima kontainer sampah yang kita kelola akan tetapi dari lima kontainer itu, empat diantaranya sudah tidak layak, dan harus ada perbaikan atau pembaruan agar pengambilan sampah di sejumlah pasar bisa maksimal,” imbuhnya.

Nugroho menyebut persoalan sampah tidak hanya terjadi di satu pasar, melainkan hampir merata di seluruh pasar tradisional yang dikelola pemerintah daerah.

”Kami mengelola 18 pasar dan keluhannya sama, yakni sampah. Karena itu, kami terus berupaya mencari solusi, termasuk menggandeng pihak ketiga,” jelasnya.

Baca Juga: Bengkel Sepeda Onthel di Jumantono Karanganyar Terbakar, Penyebab Masih Misterius

Selain pengadaan sarana, pihaknya juga menekankan pentingnya peran aktif pedagang dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar. Pengelolaan sampah, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama.

”Sampah di pasar ini tanggung jawab kita semua. Kalau ada pihak luar yang membuang sampah sembarangan, harap bisa saling mengingatkan,” tegasnya.

Sebelumnya, sidak Komisi B DPRD Karanganyar yang dipimpin Ketua Latri Listyowati menemukan adanya penumpukan sampah di sejumlah pasar yang berdampak pada kenyamanan dan penurunan omzet pedagang.

Baca Juga: Kasus Kebakaran di Boyolali Didominasi Korsleting Listrik, Ini yang Harus Dipahami Masyarakat

DPRD pun mendorong agar pemerintah daerah segera merealisasikan langkah konkret, termasuk pengadaan fasilitas pendukung, sehingga aktivitas ekonomi di pasar tradisional dapat kembali berjalan optimal tanpa terganggu persoalan sampah. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#DPRD Karanganyar #TPA Sukosari #jumantono #sampa #Pasar Jungke