RADARSOLO.COM – Penguatan sektor pertanian dan kelembagaan koperasi di Kabupaten Karanganyar terus diarahkan untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu khususnya dalam percepatan swasembada pangan dan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan produktivitas, hingga penyerapan hasil panen petani agar terhubung langsung dengan program nasional.
Baca Juga: Ditemukan Sejauh 6 Km, Petani Wonosobo yang Tertimpa Longsor dan Terjatuh ke Sungai Berakhir Tragis
Salah satu fokus utama adalah penguatan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Koperasi didorong menjadi solusi atas persoalan klasik petani, seperti mahalnya pupuk serta fluktuasi harga gabah saat panen raya.
Anggota DPRD Karanganyar Setiawan Dibroto menyatakan, koperasi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor pertanian di tingkat bawah.
”Melalui Koperasi Merah Putih, kita dorong ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak. Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani,” ujarnya saat berbincang dengan Radarsolo.com, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Guru TK Sragen Divonis 2 Tahun Penjara: Kuasa Hukum Sebut Hakim Ragu, Rekan Guru Menangis
Ia menambahkan, hasil panen petani lokal nantinya juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan program MBG.
Dengan demikian, terjadi perputaran ekonomi di daerah sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
”Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pasokan yang besar dan berkelanjutan. Ini peluang bagi petani lokal agar hasil panennya terserap langsung. Jadi manfaatnya ganda, ketahanan pangan tercapai, kesejahteraan petani juga meningkat,” lanjutnya.
Sementara itu, dalam rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan MBG, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG menegaskan program tersebut sejauh ini berjalan baik dan menunjukkan hasil positif.
”Keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi yang erat antar-pemangku kepentingan serta mitigasi yang telah dilaksanakan sebelumnya,” ujar Adhe Eliana.
Baca Juga: Pegawai Diskominfo Karanganyar Diwajibkan Ngantor Pakai Kendaraan Roda Dua setiap Selasa
Wabup menekankan program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang luas, terutama bagi petani lokal.
”Kami mendorong agar bahan yang digunakan dalam program MBG, sejauh mungkin, berasal dari petani lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” tegasnya.
Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat melalui penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan), bibit unggul, serta sarana produksi lainnya guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Baca Juga: Petani Wonosobo Tertimpa Longsor hingga Terjatuh ke Sungai Bogowonto, Nasibnya Belum Diketahui
”Dengan penguatan di sektor hulu hingga hilir, Karanganyar optimistis mampu menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyukseskan program strategis pemerintah melalui Asta Cita," pungkasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras