RADARSOLO.COM – DPRD Karanganyar menyoroti sejumlah persoalan strategis daerah dalam rapat panitia khusus (pansus) DPRD, Selasa (14/3/2026).
Legislator menekankan pentingnya langkah konkret dan inovatif dari pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sektor infrastruktur, UMKM, dan pariwisata.
Ketua Komisi B DPRD Karanganyar Latri Sulistyowati menekankan perbaikan infrastruktur, terutama jalan rusak, harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, kondisi jalan yang belum optimal berdampak langsung pada kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: DJP Jateng II Blokir Rekening 199 Wajib Pajak karena Tunggakan Rp 109 Miliar
”Perbaikan jalan yang rusak harus segera dilakukan karena itu menjadi penopang utama aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pelaku UMKM. Pemerintah daerah diminta tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga menghadirkan inovasi serta kolaborasi agar pelaku usaha semakin berkembang.
”UMKM harus dirangkul dengan inovasi yang nyata. Pemerintah harus hadir memberikan dukungan agar mereka bisa berkembang,” tegasnya.
Di sektor pariwisata, Latri menilai perlu adanya pembaruan destinasi wisata yang mulai kehilangan daya tarik.
Ia juga mengkritisi promosi wisata yang dinilai masih kurang maksimal dan cenderung monoton.
”Objek wisata yang sudah ada harus di-update, diperbarui agar tidak ketinggalan. Promosi juga harus lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Baca Juga: Guru TK Sragen Divonis 2 Tahun Penjara: Kuasa Hukum Sebut Hakim Ragu, Rekan Guru Menangis
Ia mendorong pemerintah untuk memanfaatkan media digital serta menggandeng berbagai pihak, termasuk content creator dan kalangan profesional, guna memperluas jangkauan promosi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Yopi Eka Jatiwibowo mengingatkan agar pengembangan wisata, khususnya oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tidak dilakukan secara sembarangan tanpa perencanaan yang matang.
”Tanpa road map yang matang, BUMDes jangan latah membangun tempat wisata,” tegas Yopi.
Baca Juga: Duh, 2.069 Tiang dan 100 Ribu Meter Kabel Internet di Sragen Liar Tak Beri Kontribusi PAD
Yopi menilai fenomena menjamurnya destinasi wisata desa yang sempat viral namun kemudian tutup menjadi bukti lemahnya perencanaan.
Banyak destinasi yang tidak mampu bertahan dalam jangka panjang meskipun sempat ramai pengunjung.
”Sudah banyak usaha wisata yang dibangun oleh BUMDes, sempat viral, tapi sekarang tutup. Hanya seperti obor blarak yang nyala sebentar lalu padam,” ujarnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras