RADARSOLO.COM – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar menggelar uji kompetensi dalam rangka seleksi terbuka dan kompetitif pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2026.
Kegiatan Assessment Center tersebut dilaksanakan selama dua hari di Megaland Hotel Solo, bekerja sama dengan LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS), 13–14 April 2026.
Proses ini menjadi tahapan penting dalam menjaring calon pejabat yang memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni.
Baca Juga: Duh, 2.069 Tiang dan 100 Ribu Meter Kabel Internet di Sragen Liar Tak Beri Kontribusi PAD
Sekda Karanganyar Kurniadi Maulato menjelaskan, seleksi ini tidak sekadar formalitas, melainkan upaya serius pemerintah dalam menghadirkan birokrasi yang profesional dan berkualitas.
”Diharapkan lahir figur pejabat JPTP yang profesional, berintegritas, dan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif,” ujarnya.
Menurutnya, melalui mekanisme seleksi terbuka ini, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi manajerial, integritas, serta visi yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Baca Juga: DJP Jateng II Blokir Rekening 199 Wajib Pajak karena Tunggakan Rp 109 Miliar
Ia juga menambahkan, proses assessment menjadi instrumen penting untuk mengukur potensi serta kesiapan para calon pejabat dalam mengemban tanggung jawab strategis di lingkungan pemerintahan.
Dengan pelaksanaan seleksi yang transparan dan akuntabel, Pemkab Karanganyar berharap dapat menghadirkan kepemimpinan birokrasi yang adaptif, profesional, serta mampu mendorong percepatan pembangunan daerah.
”Ini bagian dari komitmen bersama untuk membangun Karanganyar yang lebih maju,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar Nur Aini Farida menyampaikan, seluruh peserta yang terdaftar mengikuti tahapan seleksi. Total terdapat 36 peserta yang hadir dalam assessment tersebut.
”Semua peserta hadir, jumlahnya 36 orang. Untuk formasi jabatan yang dilamar total 11 jabatan, dan ada beberapa peserta yang mendaftar di dua formasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan seleksi dilakukan secara terbuka dan kompetitif untuk memastikan hasil yang objektif dan sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah.
Baca Juga: Guru TK Sragen Divonis 2 Tahun Penjara: Kuasa Hukum Sebut Hakim Ragu, Rekan Guru Menangis
Dengan pelaksanaan seleksi yang transparan dan akuntabel, Pemkab Karanganyar berharap dapat menghadirkan kepemimpinan birokrasi yang adaptif, profesional, serta mampu mendorong percepatan pembangunan daerah. (rud/adi)
Editor : Adi Pras