RADARSOLO.COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar mulai mengintensifkan langkah mitigasi teknis menjelang musim kemarau.
Meskipun kapasitas debit air dari belasan mata air dipastikan dalam kondisi aman, manajemen kini memfokuskan perhatian pada pembenahan kendala teknis di lapangan, terutama terkait pemerataan tekanan air ke pelanggan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu Suparno mengungkapkan, dalam sepekan terakhir pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi mata air dan jaringan pipa hingga ke pelanggan secara langsung (door-to-door).
Upaya ini dilakukan untuk memastikan distribusi air tetap optimal saat konsumsi meningkat pada puncak musim kemarau.
”Alhamdulillah, untuk persiapan debit mata air saat ini posisinya aman. Namun, kami fokus pada analisa pemerataan tekanan. Kami tidak ingin saat kemarau nanti air tidak mengalir bukan karena debitnya habis, tetapi karena kendala teknis di pipa,” ujar Suparno, Kamis (16/4/2026).
Dari hasil penyisiran tersebut, tim teknis menemukan tiga titik krusial yang mengalami gangguan aliran di wilayah Manajer Area Timur, tepatnya di Jatipuro. Sekitar 200 pelanggan di kawasan itu sempat mengalami aliran air yang kurang lancar.
Hasil analisa menunjukkan permasalahan disebabkan kesalahan teknis pada proses tapping atau penyambungan pipa. Kondisi geografis yang berbukit menjadi faktor utama yang memengaruhi distribusi air.
Baca Juga: Sawah dan Jalan di Plupuh Sragen Ikut Terendam Luapan Bengawan Solo
“Kemarin ditemukan posisi tapping transmisi kami lebih rendah dibanding posisi pelanggan, sehingga aliran tidak sempurna. Dua hari ini sudah kami perbaiki dan hasilnya kini sudah lancar,” jelasnya.
Selain di Jatipuro, pembenahan serupa juga dilakukan di wilayah Wonorejo dan Colomadu. Momentum libur hari raya lalu dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk mengidentifikasi titik-titik yang mengalami penurunan tekanan saat beban penggunaan meningkat.
Terkait ketersediaan sumber air, Suparno menyebutkan bahwa dari total 23 titik mata air yang dimiliki, sebanyak 18 titik saat ini dioperasikan secara optimal.
Sementara lima titik lainnya tidak dimanfaatkan guna menjaga keseimbangan lingkungan serta kebutuhan irigasi pertanian masyarakat.
Sebagai cadangan, PUDAM Tirtalawu juga memiliki 17 sumur dalam yang difungsikan sebagai back-up.
Namun, pemanfaatannya hanya sekitar 50 persen atau disesuaikan dengan kebutuhan, karena prioritas utama tetap pada sumber mata air alami.
Dalam upaya jangka panjang, perusahaan juga melakukan penggantian material pipa di sejumlah wilayah rawan seperti Pancot dan Tawangmangu.
Baca Juga: Bursa Ketua DPC PKB Sragen Menghangat, Gus Budi: Biarkan Mengalir ke Pusat
Pipa berbahan PVC secara bertahap diganti dengan pipa jenis PE yang dinilai lebih lentur serta tahan terhadap tekanan dan pergerakan tanah di medan curam.
“Kami sudah instruksikan seluruh kepala unit untuk memetakan wilayahnya masing-masing. Targetnya, sebelum kemarau panjang tiba, semua kendala tapping dan pipa bocor sudah tuntas. Dengan total 80.000 pelanggan, pelayanan prima adalah harga mati,” pungkas Suparno. (rud/adi)
Editor : Adi Pras