Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wajah Baru Bumi Intanpari: Dari Kampus Islam Negeri, Lapas Solo hingga Training Center Atlet Kini Ada di Karanganyar

Adi Pras • Minggu, 19 April 2026 | 19:55 WIB
Training Center National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Training Center National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kabupaten Karanganyar yang dijuluki Bumi Intanpari (Industri, Pertanian, dan Pariwisata) terus menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

Ada banyak fasilitas-fasilitas bertaraf nasional yang dibangun di Karanganyar. Hal itu mampu mendongkrak perekonomian daerah.

Masyarakat ikut merasakan perputaran uang dari adanya fasilitas tersebut. Tak hanya sektor pariwisata, tapi juga juga fasilitas publik hingga pendidikan. Berikut daftar wajah baru di Karanganyar.

Training Center NPC Indonesia di Delingan, Karanganyar dilengkapi fasilitas olahraga hingga asrama atlet. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Training Center NPC Indonesia di Delingan, Karanganyar dilengkapi fasilitas olahraga hingga asrama atlet. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 1. Training Center National Paralympic Committee (NPC) Indonesia

Training Center NPC Indonesia berlokasi di Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar. Lokasi ini jadi pusat pelatihan atlet disabilitas nasional seluruh Indonesia.

Selain menjadi pusat pelatihan bagi para atlet NPC, juga digunakan sebagai lokasi join training antarnegara.

”Ada dua gedung olahraga, tiga asrama atlet, dan lapangan atletik, serta lapangan bola. Kapasitasnya bisa menampung 550 atlet beserta officialnya dalam 12 cabang olahraga (cabor),” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Rima Ferdianto.

Wilayah ini cukup strategis bagi pemusatan latihan para atlet. Pasalnya lokasi training camp cukup jauh dari pemukiman, udara bersih dan cocok bagi atlet untuk lebih fokus dalam berlatih.

2. Lapas Karanganyar

Lapas Karanganyar jadi solusi over kapasitas Rutan Klas 1A Surakarta. Lapas tersebut berlokasi di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.

Lapas ini sedang dalam tahap pembangunan. Sesuai perencanaannya di era Bupati Juliyatmono, lokasinya yang dekat dengan jalan Karanganyar-Matesih diharapkan mampu menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih kapasitasnya bisa mencapai 1.000 orang.

Peluang keluarga yang menjenguk di lapas tersebut ditangkap pemerintah daerah, sehingga mengusulkan agar Rutan Surakarta dibangun di Karanganyar.

Masterplan kampus UIN Raden Mas Said Surakarta di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Masterplan kampus UIN Raden Mas Said Surakarta di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

3. Kampus 3 UIN Raden Mas Said Surakarta

Proyek strategis ini memasuki tahap pembangunan fisik di tahun 2026 dengan anggaran awal sebesar Rp 40 miliar.

UIN Raden Mas Said Surakarta berpusat di Kartasura, Sukoharjo. Namun, pembangunan kampus 3 dilakukan di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Sedangkan kampus 2 sudah dibangun di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.

Proyek ini berfokus pada pembangunan gedung pendidikan multi-purpose yang juga berfungsi sebagai student center.

Saat ini masuk tahap lelang di Jakarta. Pengerjaan fisik di lahan seluas 10 hektare dijadwalkan mulai Mei 2026 dengan target fungsional dalam 7–8 bulan.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menyambut baik kepastian ini. Menurutnya, proyek ini adalah jawaban bagi masyarakat yang menantikan dampak ekonomi dan pendidikan dari kehadiran kampus besar di wilayah tersebut. (adi)

Editor : Adi Pras
#Bupati Karanganyar Rober Christanto #rutan kelas 1a surakarta #karanganyar #juliyatmono #NPC Indonesia