Singgung Mitos Genderuwo, Ketua DPRD Jateng Ajak Warga Kwadungan Karanganyar Jaga Pohon Besar

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Senin, 20 April 2026 | 16:16 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto aktif menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Karanganyar lewat gerakan "Jogo Kali Merawat Bumi". (ISTIMEWA)
Ketua DPRD Jateng Sumanto aktif menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Karanganyar lewat gerakan "Jogo Kali Merawat Bumi". (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – Gerakan pelestarian alam bertajuk "Jogo Kali Merawat Bumi" yang digagas oleh Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto terus bergulir di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Kali ini, aksi penanaman pohon penyimpan air tersebut menyasar kawasan sungai dan persawahan di Desa Kwadungan, Kecamatan Kerjo.

Baca Juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto Harap Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Rekomendasi Konkret dan Terukur

Ada sisi menarik dalam edukasi lingkungan yang disampaikan Sumanto, di mana ia mengaitkan kelestarian pohon-pohon besar dengan mitos makhluk halus sebagai strategi kearifan lokal dalam menjaga sumber daya air.

Mitos sebagai Pelindung Ekologis

Sumanto menjelaskan bahwa secara historis, kesan "wingit" atau angker pada pohon-pohon besar seperti beringin, preh, dan bulu sebenarnya memiliki dampak ekologis yang sangat positif.

Kepercayaan masyarakat bahwa pohon rimbun merupakan sarang hantu, seperti genderuwo, secara tidak langsung menjadi benteng perlindungan agar pohon tersebut tidak ditebang atau dirusak oleh tangan jahat.

Hal ini berbanding terbalik dengan pohon komoditas seperti jati atau sengon yang cenderung langsung ditebang ketika sudah mencapai usia produktif.

"Kata Mbah-mbah kita dulu, pohon-pohon besar ada penunggunya, biasanya genderuwo. Jangankan menebang, orang pun takut mendekat," kata Sumanto saat membuka gerakan penanaman pohon di Desa Kwadungan, Sabtu (18/4/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai bahwa cerita horor yang menyebar dari mulut ke mulut kemungkinan besar merupakan cara leluhur untuk memastikan sumber air tetap terjaga di bawah perakaran pohon-pohon besar tersebut.

"Mungkin kesan angker atau wingit ini sengaja dibuat agar pohon tetap lestari, tidak ada yang mengganggu," tambah Sumanto sembari menekankan bahwa manfaat dari bibit yang ditanam saat ini baru akan dirasakan secara maksimal oleh anak cucu dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

Keberlanjutan melalui Relawan Jogo Kali

Baca Juga: Canangkan Jogo Kali Merawat Bumi, Sumanto Tanam Pohon Beringin demi Sumber Air Baru di Karanganyar

Gerakan penanaman pohon ini tidak hanya berhenti pada seremoni belaka. 

Sumanto telah menginstruksikan para Relawan Jogo Kali yang sudah terbentuk di setiap desa untuk melakukan pemantauan berkala terhadap pertumbuhan bibit.

Skema perawatan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan tingkat keberlangsungan hidup pohon yang telah ditanam.

Baca Juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto: WFH ASN Harus Diawasi Ketat Lewat Presensi Daring Agar Efektif

"Para relawan nanti akan muter mengecek pohon-pohon yang sudah di tanam. Setiap hari muter sambil olahraga juga, supaya sehat," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar Suyono menekankan bahwa penghijauan di daerah aliran sungai akan berdampak pada penurunan suhu udara di kawasan pedesaan.

Sumanto menginstruksikan para Relawan Jogo Kali yang sudah terbentuk di setiap desa untuk melakukan pemantauan berkala terhadap pertumbuhan bibit. (ISTIMEWA)
Sumanto menginstruksikan para Relawan Jogo Kali yang sudah terbentuk di setiap desa untuk melakukan pemantauan berkala terhadap pertumbuhan bibit. (ISTIMEWA)

 Jika alam tetap lestari dan sejuk, masyarakat tani akan lebih nyaman dalam bekerja dan terhindar dari krisis air berkepanjangan.

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Kepala Desa Kwadungan Joko Raharjo menyambut antusias inisiatif hijau ini dan berharap program tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan.

Selain fokus pada isu lingkungan, Joko mengapresiasi kontribusi Sumanto yang selama ini telah banyak menyalurkan bantuan fisik bagi kemajuan infrastruktur desanya.

Baca Juga: Rutin Gelar Wayang Kulit Tiap Selapan, Ketua DPRD Jateng Sumanto Terima Gelar Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo

"Saya juga mengucapkan terima kasih ke Pak Sumanto yang selalu peduli pada warga. Beliau sudah beberapa kali menyalurkan program pembangunan seperti pengaspalan jalan hingga pembuatan RTH (Ruang Terbuka Hijau)," ungkap Joko Raharjo.

Melalui sinergi antara mitos kearifan lokal dan aksi nyata di lapangan, Desa Kwadungan diharapkan dapat bertransformasi menjadi kawasan yang rimbun dan memiliki ketahanan sumber daya air yang kuat. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
jogo kali merawat bumi desa kwadungan kecaman kepada morata Ketua DPRD Jateng Sumanto tanam pohon