Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Puluhan Sekolah di Karanganyar Rusak, Ratusan Guru Kosong: DPRD Minta Aksi Nyata

Rudi Hartono RS • Senin, 20 April 2026 | 19:29 WIB

 

Kondisi salah satu SD di Kecamatan Matesih, Karanganyar yang mengalami kerusakan. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kondisi salah satu SD di Kecamatan Matesih, Karanganyar yang mengalami kerusakan. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – DPRD Karanganyar menyoroti dua persoalan mendasar di sektor pendidikan, yakni masih banyaknya infrastruktur sekolah yang memprihatinkan serta tingginya kekurangan tenaga pendidik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pansus II DPRD Karanganyar, Suyono dalam sidang paripurna internal membahas penetapan keputusan DPRD terkait rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karanganyar Tahun Anggaran 2025, Senin (20/4/2026) siang.

Dalam penyampaiannya, Suyono mengungkapkan kondisi sejumlah sekolah, khususnya di daerah rawan bencana, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Tercatat sebanyak 31 SD dan 4 SMP dalam kondisi membutuhkan perbaikan segera.

Baca Juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BPBD Karanganyar Wanti-Wanti Ancaman Krisis Air dan Karhutla di Lereng Gunung Lawu

”Masih ada sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan, bahkan berada di wilayah rawan tanah longsor. Ini harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan siswa dan guru,” ujarnya.

Tak hanya infrastruktur, DPRD juga menyoroti persoalan kekurangan tenaga pendidik yang dinilai cukup signifikan. Untuk jenjang SD, kekurangan guru mencapai 961 orang, sementara di tingkat SMP masih kurang 243 guru.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Selama ini, kekurangan guru disiasati melalui rekrutmen tenaga pengajar kontrak tahunan. Namun, DPRD menilai langkah tersebut belum menjadi solusi jangka panjang.

Baca Juga: DPRD Sragen Soroti Aset Mangkrak Pemkab, Usul Eks Rumdin Bupati Jadi Kafe

”Pemenuhan kebutuhan guru harus menjadi perhatian utama. Jika hanya mengandalkan tenaga kontrak, tentu tidak cukup untuk menjamin kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” tegas Suyono.

Selain itu, DPRD juga menyinggung belum optimalnya dukungan terhadap peningkatan kualitas siswa, khususnya dalam kegiatan lomba dan pengembangan prestasi.

Minimnya anggaran untuk kegiatan tersebut dinilai dapat menghambat daya saing pelajar Karanganyar di tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Wabup Karanganyar Murka, Banyak Pejabat Absen di Rapat Paripurna LKPJ 2025

Melalui rekomendasi ini, DPRD Karanganyar mendesak pemerintah daerah untuk lebih fokus dalam pembenahan sektor pendidikan, baik melalui peningkatan anggaran perbaikan sekolah, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, maupun dukungan terhadap pengembangan prestasi siswa.

DPRD berharap langkah konkret segera diambil agar kualitas pendidikan di Karanganyar dapat meningkat dan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #pansus #DPRD Karanganyar #pendidikan #lkpj