RADARSOLO.COM – Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan (PKK) Kecamatan Kebakkramat berhasil sebagai juara pertama pada Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Tahun 2026 kategori Kelompok 2 yang digelar Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Tim Penggerak PKK.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian sehat, lezat, sekaligus bernilai gizi seimbang.
Tim dari Kebakkramat dinilai unggul dalam aspek inovasi menu, pemanfaatan bahan lokal, serta penyajian yang menarik.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Percepat Digitalisasi Arsip, Data Pribadi Masyarakat Bisa Dirahasiakan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto mengapresiasi capaian tersebut.
Ia menilai kemenangan Kebakkramat menunjukkan bahwa potensi pangan lokal dapat diolah menjadi alternatif menu yang tidak kalah dengan bahan pangan utama seperti beras.
”Pemanfaatan bahan pangan lokal yang melimpah di Karanganyar sebagai sumber karbohidrat alternatif tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan asupan vitamin yang beragam bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Dukung TMMD, Pasukan Artileri Pertahanan Udara Tiba di Sragen
Menurut Farida, lomba B2SA bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih kreatif dan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan. Diversifikasi konsumsi menjadi kunci penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Camat Kebakkramat Joko Setiono menyampaikan, rasa bangga atas prestasi yang diraih wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan semangat inovasi dari para kader PKK serta masyarakat.
Baca Juga: Demi Ketahanan Pangan, Bupati Karanganyar Ajak Masyarakat Menanam Cabai
”Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi pangan lokal yang ada di Kebakkramat agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kecamatan akan terus mendorong edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal agar lebih variatif dan bernilai ekonomi.
”Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pola konsumsi yang beragam dan tidak hanya bergantung pada satu komoditas saja,” imbuhnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras