Momentum ini digunakan sebagai sarana penguatan silaturahmi sekaligus penegasan komitmen warga NU dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Intanpari.
Baca Juga: Seleksi Popda 2026: 53 Pemanah Muda Karanganyar Pecahkan Rekor Partisipasi Terbanyak
Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, soliditas organisasi menjadi sorotan utama guna memastikan peran NU sebagai pilar pemersatu bangsa tetap terjaga dengan kokoh.
Soliditas Sebagai Kunci Pembangunan
Bupati Karanganyar Rober Christanto yang hadir dalam acara tersebut menekankan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama terletak pada ukhuwah atau ikatan persaudaraan yang kuat.
Ia mengingatkan agar seluruh elemen organisasi tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang berpotensi memicu keretakan internal.
Menurut Rober, kekompakan warga NU merupakan aset berharga bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan menjaga kerukunan antarwarga.
“Soliditas dan kekuatan ukhuwah warga NU harus terus dijaga. Jangan sampai terpecah belah oleh isu-isu yang tidak baik,” tegas Rober Christanto di hadapan para kiai dan pengurus cabang NU Karanganyar.
Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Selain memberikan pesan terkait persatuan, Bupati juga mendorong warga NU untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Ia mengajak para Nahdliyin untuk memanfaatkan aset lahan yang ada di sekitar rumah guna menciptakan kemandirian pangan.
Inisiatif ini dinilai mampu menjadi solusi praktis dalam menghadapi tantangan ekonomi serta menunjang ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat secara mandiri.
Baca Juga: Menuju Konser Juli 2026, Pesona Lagu Dolanan Anak Kembali Memikat Publik Kota Solo
“Program menanam tanaman pangan di masing-masing rumah bisa menjadi langkah nyata untuk menunjang ketersediaan pangan keluarga,” ujar Rober memberikan motivasi kepada para jamaah yang hadir.
Menyikapi Dinamika Organisasi dengan Bijak
Senada dengan Bupati, Ketua PCNU Karanganyar Nuril Huda memastikan bahwa kondisi internal pengurus hingga tingkat akar rumput saat ini masih sangat solid.
Ia melihat keragaman opini dan dinamika yang terjadi di tingkat pusat merupakan bagian dari proses pendewasaan berorganisasi.
Nuril mengapresiasi kedewasaan warga NU Karanganyar yang tetap tenang dan mengedepankan kearifan lokal melalui musyawarah dengan para kiai di wilayah masing-masing saat menghadapi kebingungan isu.
“Kondisi hati sedang bagus, kita satukan kembali agar semakin mantap persatuannya,” kata Nuril Huda.
Ia berpesan agar warga NU tidak terombang-ambing oleh dinamika di tingkat pusat dan tetap fokus pada penguatan dakwah serta pengabdian di daerah.
Dengan adanya pertemuan besar seperti halalbihalal ini, diharapkan seluruh elemen Nahdliyin semakin mantap melangkah dalam satu barisan untuk menebar manfaat bagi masyarakat Karanganyar. (rud)
Editor : Tri Wahyu Cahyono