RADARSOLO.COM – Pemandangan berbeda terlihat di car free day (CFD) Jala Lawu Karanganyar, kemarin (3/5/2026) pagi.
Peringati Hari Tari Dunia, Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama istri serta Wakil Bupati Adhe Eliana dan istri tampil kompak menari bersama ratusan penari dan warga.
Hal itu menciptakan suasana meriah sekaligus penuh makna budaya. Kehadiran pimpinan daerah di tengah para penari menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap pelestarian seni tradisi.
Baca Juga: Mobil Wisatawan asal Madiun Terjun ke Jurang 7 Meter di Tawangmangu Karanganyar
Gerakan Tari Tayub yang dibawakan bersama-sama mencerminkan kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
Ketua Komunitas Kebaya Indonesia Karanganyar Farida Rober Christanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan budaya lokal.
”Melalui momentum Hari Tari Dunia ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bisa menari dan bersama-sama nguri-uri kebudayaan di Kabupaten Karanganyar. Seni adalah bagian dari jati diri kita yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Baca Juga: Bagikan Buku, Satgas TMMD Kodim 0725 Sragen Disambut Antusias Siswa SD
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan pentingnya seni dan budaya sebagai kekuatan daerah.
”Ini jiwa seni. Karanganyar adalah gudangnya seni, gudangnya budaya, ini pentas tari sedunia. Maka kami mengajak seluruh penggiat, seluruh budayawan, seluruh sanggar seni, ayo bersama-sama membangun Karanganyar lewat seni dan budaya. Dengan seni dan budaya nantinya akan meningkatkan kunjungan wisata di Karanganyar,” tegasnya.
Peringatan Hari Tari Dunia di CFD Karanganyar ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga penguat komitmen bersama dalam mengembangkan potensi daerah berbasis seni dan budaya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras