Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Atap SDN Girilayu Ambruk, Disdikbud Karanganyar Siapkan Usulan Rehab di Perubahan Anggaran

Rudi Hartono RS • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:05 WIB

 

Kondisi ruang kelas salah satu SD Negeri 1 Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar yang ambruk pada Selasa (5/5/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kondisi ruang kelas salah satu SD Negeri 1 Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar yang ambruk pada Selasa (5/5/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Insiden ambruknya atap ruang kelas di SD Negeri 1 Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar pada Selasa (5/5/2026), mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar.

Pihak dinas memastikan bangunan tersebut memang sudah diantisipasi sebelumnya karena faktor usia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Karanganyar Heru Joko Sulistyono menyampaikan. ruang kelas yang atapnya ambruk sebenarnya sudah tidak difungsikan.

”Ya, itu memang sudah kita antisipasi dari awal karena usia bangunan. Makanya tidak difungsikan, takut terjadi kejadian seperti ini,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Dinas PMD Sragen Sisir Betonisasi TMMD di Desa Puro Karangmalang

Pihaknya kini tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengusulkan perbaikan melalui perubahan anggaran. Namun, besaran kebutuhan anggaran masih dalam tahap perhitungan.

”Untuk rehab nanti kita hitung dulu kebutuhannya, apakah hanya bagian yang ambruk atau ada bagian lain yang juga perlu penanganan,” jelasnya.

Menurut Heru, usulan perbaikan tidak hanya difokuskan pada satu ruang kelas, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sekolah lain yang membutuhkan penanganan serupa.

Baca Juga: 595 Calon Jamaah Haji Karanganyar Dilepas, Ada Titipan Doa dari Bupati Rober

Ia menyebutkan, sejumlah sekolah sebelumnya sudah masuk dalam program revitalisasi, baik melalui anggaran pusat maupun daerah.

”Yang sudah masuk program revitalisasi itu ada, tapi masih ada juga yang belum. Nanti kita cek kondisi Girilayu dan kemungkinan diusulkan dalam perubahan anggaran,” katanya.

Secara umum, kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Karanganyar diakui bervariasi. Faktor usia menjadi penyebab utama perlunya perawatan berkala, meskipun sebagian besar masih dinilai layak digunakan.

”Rata-rata wajar karena usia bangunan. Tapi titik-titik rawan sudah kita masukkan dalam program revitalisasi tahun ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Inspektorat Sragen Usut Dugaan Monopoli Pengadaan Material Proyek BKK di Desa Kandangsapi

Heru mengungkapkan, sekitar 80 sekolah dasar telah diajukan dalam program revitalisasi tahun 2026 yang bersumber dari pemerintah pusat. Selain itu, terdapat dukungan dari APBD kabupaten maupun bantuan provinsi.

Namun, SDN 1 Girilayu belum termasuk dalam daftar tersebut karena penetapan dilakukan oleh pemerintah pusat.

”Girilayu belum masuk karena yang menentukan dari Kemendikbud. Kita hanya mengusulkan. Tapi dengan adanya kejadian ini, kemungkinan bisa diprioritaskan lewat perubahan anggaran daerah,” jelasnya.

Baca Juga: Guru SMP di Wonogiri Diduga lakukan Pelecehan terhadap Siswinya, Sempat Terekam Kamera

Terkait estimasi anggaran, pihaknya memperkirakan kebutuhan rehabilitasi satu ruang kelas mencapai sekitar Rp50 juta, meski angka tersebut masih dapat berubah tergantung hasil verifikasi dan kemampuan anggaran.

”Kita usahakan sekitar Rp50 juta untuk satu ruangan, tapi nanti menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #girilayu #matesih #disdikbud karanganyar #apbd