Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gali Makam, Warga Kebakkramat Temukan Artefak Peninggalan Kerajaan Majapahit

Rudi Hartono RS • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:37 WIB
Artefak peninggalan Kerajaan Majapahit diamankan di kantor Disdikbud Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Artefak peninggalan Kerajaan Majapahit diamankan di kantor Disdikbud Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Penemuan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di makam Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar pada Rabu (6/5/2026), membuka jejak penting dari masa transisi akhir Kerajaan Majapahit.

Temuan ini dinilai tidak sekadar artefak biasa, melainkan potongan sejarah dari periode perubahan besar di tanah Jawa.

Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Hastutiningdyah Wijayatmi menyampaikan. benda-benda yang ditemukan warga memiliki ciri khas kuat dari abad ke-15.

Baca Juga: Penyegaran Organisasi, Kapolsek hingga Kasat Lantas Polres Karanganyar Diganti

Masa tersebut dikenal sebagai fase krusial ketika pengaruh Hindu-Buddha mulai meredup dan digantikan oleh berkembangnya Islam di Jawa.

”Karakter bentuk antefik seperti kala, kemuncak, hingga motif flora menunjukkan kuatnya unsur arsitektur klasik Majapahit. Namun periode ini juga dikenal sebagai masa peralihan budaya,” jelasnya, Rabu (6/5/2026).

Dalam temuan tersebut, petugas mengidentifikasi sejumlah artefak berupa terakota antefik berbentuk kala, antefik kemuncak, antefik flora, serta fragmen arca dan bagian bangunan lainnya.

Baca Juga: Remaja 17 Tahun di Sragen Meninggal Pasca Melahirkan, Terungkap Ulah Bejat Paman Pensiunan Guru

Elemen-elemen ini umumnya digunakan sebagai hiasan pada bangunan suci atau penting pada masa Majapahit. Yang menarik, lanjut Hastutiningdyah, konteks penemuan di area makam menunjukkan kemungkinan adanya perubahan fungsi ruang dari masa ke masa.

Hal ini sejalan dengan dinamika era transisi, ketika situs-situs lama kerap mengalami alih fungsi seiring perubahan keyakinan masyarakat.

”Era ini bukan hanya soal runtuhnya Majapahit, tetapi juga tentang adaptasi budaya. Banyak situs Hindu-Buddha yang kemudian bertransformasi mengikuti perkembangan Islam,” ujarnya.

Baca Juga: Dinas PMD Sragen Sisir Betonisasi TMMD di Desa Puro Karangmalang

Penemuan di Pulosari ini dinilai dapat memperkaya pemahaman tentang fase peralihan tersebut, khususnya di wilayah Karanganyar yang selama ini belum banyak terungkap secara arkeologis.

Saat ini, Disdikbud Karanganyar masih melakukan kajian lanjutan untuk memastikan konteks temuan, termasuk kemungkinan adanya struktur bangunan yang lebih besar di dalam tanah.

Disinggung terkait dengan awal mula penemuan, Hastuti menjelaskan bahwa awal mula temuan berasal dari aktivitas warga yang berniat melakukan penggalian kubur.

Baca Juga: Atap SDN Girilayu Ambruk, Disdikbud Karanganyar Siapkan Usulan Rehab di Perubahan Anggaran

Namun, di tengah proses tersebut, mereka justru menemukan benda yang mencurigakan karena bentuknya tidak lazim dan tertimbun tanah.

”Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada dinas terkait untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #kerajaan majapahit #disdikbud karanganyar #artefak #kebakkramat